Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sejak Dirazia
300 Warnet Pakai Microsoft Legal
Sejak Dirazia

300 Warnet Pakai Microsoft Legal


- detikInet

Jakarta - Aksi sweeping software bajakan banyak melanda warung internet (warnet) beberapa waktu lalu. Cari aman, sejumlah warnet mengubah platform software-nya. Ada yang ikut Microsoft dan ada juga yang bergabung ke open source."Sejak April 2005, tercatat lebih dari 300 warnet yang telah menggunakan software Microsoft legal dan sedang memproses perjanjian Microsoft Rental Agreement," kata Cynthia Iskandar, Public Relation Manager Business & Marketing Organization, PT. Microsoft Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima detikinet, Selasa (12/07/2005).Microsoft Rental Agreement merupakan perjanjian tambahan yang khusus dikeluarkan Microsoft untuk warnet. Jadi, selain harus memakai software legal, warnet yang memakai software Microsoft harus memiliki sertifikat khusus yang menyatakan mereka telah menyepakati perjanjian yang ada di Microsoft Rental Agreement. Kesepakatan ini muncul setelah serentetan aksi sweeping software bajakan di sejumlah warnet di pulau Jawa. Penertiban tidak hanya dilakukan pada warnet yang memakai software bajakan, tapi juga pada warnet-warnet yang memakai software Microsoft legal. Salah satu pasal di End User License Agreement (EULA) Windows -- yang mengatakan bahwa software tersebut tidak boleh disewakan -- menjadi dasar hukum kenapa warnet pemakai software legal juga ditertibkan.Sebagai solusinya, Microsoft lalu mengeluarkan perjanjian tambahan yang memperbolehkan warnet untuk memakai software legal, untuk menjalankan usahanya.Dalam perkembangannya, warnet-warnet kini mengubah platform software yang dipakai. Selain 300 warnet yang tercatat memakai software Microsoft, Asosiasi Warnet Indonesia (AWARI) mengatakan bahwa setidaknya ada 463 warnet yang 'mengaku' bermigrasi ke open source. Ketua Presidium Awari, Judith MS mengatakan hal tersebut. "Tetapi validasinya sulit dibuktikan," kata Judith.Awari, sebagai asosiasi yang menaungi warnet di seluruh Indonesia mengatakan ada 4.000 warnet yang terdaftar di asosiasi ini. Dari sekian warnet, jika disesuaikan dengan data di atas, ada sekitar 3.237 warnet yang belum jelas platform software yang dipakainya. Apa mungkin mereka pakai software bajakan, software open source atau Microsoft legal tapi tidak terdata, atau software lainnya? Dan angka-angka tersebut baru mewakili warnet-warnet yang ternaungi Awari, di luar itu ada banyak warnet yang tak kenal asosiasi ini."Tidak semua warnet jadi anggota Awari. Sesungguhnya, Awari itu sebatas komunitas maya yang saling berbagi ilmu antara praktisi ke pengusaha warnet," kata Judith.Makin Giat Pepet WarnetDi sisi lain, Microsoft tampak semakin tekun melakukan pendekatan ke warnet. Bersamaan dengan open house IGOS yang diselenggarakan Kementerian Riset dan Teknologi, Selasa (12/07/2005), di lobi kantor Ristek, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Microsoft mendirikan stan yang memamerkan sejumlah solusi untuk warnet. Microsoft juga memperkenalkan situs Gotdotnet.com, sebuah situs yang dikembangkan Microsoft Corporation bersama komunitas di seluruh dunia. Di dalamnya terdapat 6.939 workspace yang berisi proyek-proyek yang dapat di-download publik secara cuma-cuma. Microsoft User Group Indonesia (MUGI) juga mendistribusikan beberapa aplikasi untuk warnet seperti Issue tracking, Task Vision, Photo vision, DotNet Nuke, Rainbow Portal, Blue Whale CRM, Internet Cafe Connection sharing, Billing System, Game gratis seperti Allegiance dan Terrarium. (wicak/)





Hide Ads