Karena Perluasan Pasar
Bisnis Kecil Terancam Oleh Microsoft
- detikInet
Jakarta -
Microsoft Corp. akan memperluas cakupan pasar software-nya hingga ke usaha-usaha kecil. Meski pada akhirnya hal tersebut akan membuat perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra kerja Microsoft, akan menjadi kompetitor. Steve Balmer, CEO Microsoft memaparkan hal tersebut seperti dikutip detikinet Senin (11/7/2005), dari Associated Press. "Kami percaya pasar aplikasi bisnis akan terus meraih konsolidasi," katanya.Pernyataan tersebut dikeluarkan Balmer pada kesempatan konferensi dengan ribuan mitra bisnisnya yang berasal dari perusahaan teknologi kecil. Beberapa diantaranya bahkan akan segera menjadi rival Microsoft.Microsoft selama ini menjual jutaan salinan program bisnis seperti halnya Word dan Excel. Sementara itu perusahaan lain menulis software yang kadang diselaraskan dengan kebutuhan tiap perusahaan yang berbeda-beda.Balmer melihat kemungkinan Microsoft untuk melakukan hal yang sama. Microsoft pun merekrut lebih dari 200 orang dari kalangan profesional seperti dokter, banker dan manajer proyek untuk membantu pihaknya mengembangkan software sesuai dengan industri yang mereka geluti.Kabar yang terdengar, Microsoft akan mengeluarkan suatu program yang disebut Small Business Accounting yang sedianya akan berkompetisi dengan program-program akunting lain seperti QuickBooks keluaran Intuit Inc.Balmer percaya, bisnis software terkait akan menjadi produk yang semakin banyak terjual, dibanding software khusus untuk pasar bisnis perseorangan, yang kini sudah banyak dibuat oleh perusahaan-perusahaan software kecil.Penanggung jawab proyek pengembangan produk software Lexware GmBH & Co. KG Jerman, Paul Kesser mengatakan, "Sudah pasti, langkah Microsoft untuk merambah pasaran bisnis kecil akan mencuri beberapa pelanggan kami."Kendatipun begitu, Kesser menambahkan, dia tidak terlalu yakin Microsoft akan sukses dengan ide ini. Pasalnya, sulit bagi Microsoft untuk menggantikan posisi perusahaan software lokal yang sudah sangat ahli dan paham seluk-beluk perusahaan-perusahaan lain di negaranya. Seperti perusahaan Lexware misalnya, kata Kaeser.Bahkan, The Redmond, sebuah perusahaan perangkat lunak yang berbasis di Washington pun harus meracik software yang disesuaikan dengan proses pengangkatan pegawai di Jerman beserta proses akuntansinya--yang notabene terbilang rumit.Brad Allen, ahli teknologi informasi atau IT dari Irlandia menuturkan, sejak sebagian besar perusahaan-perusahaan di dunia adalah perusahaan kecil, langkah yang dilakukan Microsoft ini tergolong masuk akal.Para tenaga ahli IT akan membantu bisnis-bisnis kecil ini memperoleh pekerjaan teknologinya dari pihak ketiga atau istilah kerennya, outsourcing.Namun bukan berarti para tenaga ahli independen ini akan bertanding melawan Microsoft. Justru sebaliknya, pihaknya akan bekerjasama dengan Microsoft untuk mencarikan solusi terbaik bagi perusahaan-perusahaan kecil itu.Foto: Steve Balmer, CEO Microsoft. Sumber: www.dnevnik.com.
(ien/)