Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Toko Online Jerat Pelanggan Melalui Blog

Toko Online Jerat Pelanggan Melalui Blog


- detikInet

Jakarta - Berjualan memang butuh macam-macam strategi agar calon konsumen terpikat. Belakangan ini, situs belanja online mulai memberdayakan kegandrungan peselancar internet akan web blog (blog). Hasilnya, mereka membuat konsumen penasaran dengan isi blog mereka.Ambil contoh eHobbies. Situs yang menjual mainan helikopter dengan remote control dan mainan orang dewasa lainnya, baru saja membuka blog perusahaan bulan Mei 2005.Di blog tersebut, eHobbies memasukkan foto-foto yang diambil di pameran industri mereka dan beberapa gambar para pegawai eHobbies. Selain itu terdapat pula link-link situs yang kebanyakan mengarah ke halaman-halaman situs produk eHobbies.Toko perhiasan online Ice.com, juga membuat tiga blog. Harapannya, para konsumen bisa tidak hanya sekali mengunjunginya berkali-kali.Memiliki blog perusahaan dinilai memiliki sisi baik dan buruk. "Membuat blog perusahaan ada bagusnya ada jeleknya," papar Seth Greenberg, Chief Executive eHobbies, seperti dikutip detikinet dari Cnet News.com.Greenberg menilai, keberadaan blog memungkinkan eHobbies untuk mempublikasikan citra perusahaan yang kadang terlupakan. Terutama oleh perusahaan-perusahaan kecil seperti eHobbies yang hanya mempekerjakan 25 orang pegawai. Di sisi lain, menurut Greenberg, blog dinilai menyimpang dari fungsi penjualan atau ritel.eHobbies dan ice.com, seperti halnya blueFly yang juga memiliki blog perusahaan, menilai bahwa fenomena blog ini masih harus dicermati lebih jauh kegunaannya di bisnis eceran.Shmuel Gniwisch, pimpinan Ice.com menilai, butuh kebulatan tekad untuk mengembangkan blog perusahaan. Selama ini mereka menempatkan link di blog mereka agar konsumen merasa perlu berkunjung ke blog mereka. Tapi ternyata para pengguna internet lebih memilih layanan mesin cari untuk menemukan link-link yang tertera disitu.eHobbies juga perlu menempuh strategi khusus agar blog-nya dikenal pelanggan. Selain menambahkan link di halaman depan situsnya, perusahaan itu pun berencana untuk segera mempromosikan blog-nya lewat e-mail kepada para pelanggan.Bahkan, eHobbies akan menyembunyikan kode kupon di dalam blog agar orang semakin tertarik untuk mengunjungi blog-nya. Sampai sejauh ini, Greenberg mengatakan dia belum menemukan sedikitpun kerugian yang berarti dalam pemanfaatan blog. Tentunya di samping kesulitan untuk meletakkan gambar atau foto ke situs tersebut. Kendatipun begitu para analis mengatakan, akan ada ancaman dalam fenomena blogging ini. Yaitu, jika situs tidak memeriksa dan mengedit komentar-komnetar pengunjung, ada kemungkinan mereka akan menulis macam-macam yang nantinya dapat menjatuhkan perusahaan. Lebih jauh dari itu, pelanggan disinyalir akan lari. Kenneth Cassar, analis Nielsen/NetRatings mengungkapkan hasil pemikirannya.Yang penting, Cassar menambahkan, situs harus dapat mencari cara agar pelanggan tidak hanya mengunjungi situs belanjanya, tapi juga mengunjungi blog-nya. Dan setelah masuk ke blog pengunjung dibuat untuk tidak dapat kembali lagi ke situs belanja.Hal ini menjadi dilema. Pelanggan ingin agar perusahaan menyediakan link ke blog. Sementara pihak perusahaan mengatakan, hal itu akan membuat pelanggan pergi dari situs belanja, yang notabene adalah situs utama untuk bisnis ritel mereka. Hmmm memang dilematis...Foto:Tampilan Blog pada toko online ehobbies.com (wicak/)





Hide Ads