Ponsel Kamera Digandrungi
Fuji Film Tekuni Bisnis Cetak Foto
- detikInet
Jakarta -
Fuji Film telah mengembangkan sejumlah cara mencetak foto dari ponsel. Berbagai kemudahan ditawarkan bagi mereka-mereka yang gemar berfoto dengan ponsel. Ponsel berkamera sudah menjadi penghuni populer di pasar ponsel. Strategy Analytics, perusahaan analis industri mengatakan, tahun lalu empat dari sepuluh ponsel yang dikapalkan ke seluruh dunia adalah ponsel berkamera. Orang-orang juga sangat gemar berfoto dengan ponsel mereka. Dari sini tak heran kalau ada ratusan juta foto e-mail tercetak tiap tahunnya. Ini memang peluang bisnis, dan Fuji Film, sebagai perusahaan penting di dunia fotografi, tidak melewatkannya begitu saja.Di Indonesia, peluang bisnis ini sudah dibina sedemikian rupa. Modern Photo, sebagai distributor resmi Fuji Film di Indonesia telah mengenalkan alat cetak foto, yaitu M Print Station dan PiVi Printer MP-100. Kedua alat ini memudahkan pemakai ponsel berkamera untuk mencetak foto langsung. Alat ini telah tersebar di lebih dari 100 tempat di seluruh Indonesia. Fuji film juga merangkul perusahaan asal Amerika Serikat, Nextel Communication, untuk membuat layanan yang memudahkan pemakai ponsel berkamera untuk mencetak foto. Layanan yang dikembangkan memungkinkan pemakai ponsel untuk meng-upload foto mereka ke internet dan menyimpannya di sana. Setelah tersimpan di internet, mereka dapat mencetaknya di gerai-gerai Fuji Film di mana saja. CNET News.com yang dikutip detikinet Kamis (30/6/2005) melansir, ada sekitar dua operator akan menjalin kerjasama dengan Fuji Film. Mereka adalah Cingular Wireless--operator ponsel terbesar di Amerika--dan Little Rock yang berbasis di Arkansas.Kedua operator itu akan mulai beroperasi sekitar dua minggu lagi. Dengan mengadakan perjanjian cetak dengan operator, Fuji Film akan menjadi rival Kodak dalam sektor ponsel berkamera. Meski ponsel berkamera baru diperkenalkan beberapa tahun lalu, teknologi ini sudah terbukti lebih tangguh dari kamera tradisional dengan keuntungan yang besar.Sampai sejauh ini, sulit untuk menilai kesuksesan bisnis percetakan foto dari ponsel berkamera.
(wicak/)