| Liputan ini terselenggara atas kerjasama antara Detikinet denganPT Telekomunikasi Indonesia Tbk |
Laporan CommunicAsia2005
DoCoMo Layani 43 Juta Pelanggan dengan 4600 Pilihan Menu
- detikInet
Jakarta -
Jika berbicara tentang bisnis layanan bisnis mobile, maka tak elok rasanya jika kita tidak menyebut NTT DoCoMo. Sejak layanan mobile Internet diluncurkan oleh perusahaan Jepang tersebut pada Februari 1999 silam, jumlah pelanggannya mengalami lonjakan yang luar biasa, dari sekitar 1 juta pelanggan sebelum 2000 menjadi 43 juta pelanggan pada awal 2005 ini.Seperti dijelaskan oleh Hiroshi Inagawa, Manager PR Department NTT DoCoMo, kepada detikinet, Kamis (16/6/2005), peningkatan tersebut seiring dengan pertumbuhan fasilitas dan content provider yang dilayani oleh i-mode, sebutan untuk layanan mobile Internet-nya."Saat ini pilihan menu untuk i-mode mencapai lebih dari 4600 buah. Sedangkan jumlah situs yang kompatibel dengan i-mode sudah lebih dari 82 ribu buah," demikian dijelaskan oleh Inagawa. Adapun jumlah content provider-nya sendiri, menurut Inagawa, mencapai lebih dari 2300 buah.Menurut data statistik, 1 dari 3 penduduk Jepang menggunakan i-mode. Populasi di Jepang adalah 127 juta jiwa, dengan 85 juta pelanggan ponsel. "Lebih dari setengah jumlah total pengguna ponsel adalah juga pengguna i-mode," demikian papar Inagawa di booth NTT DoCoMo pada ajang CommunicAsia2005 di Singapura.Kemudahan dan KompatibilitasKunci keberhasilan i-mode adalah terletak pada penekanan DoCoMo atas layanan kemudahan baik bagi pelanggan ataupun content provider. "Pelanggan cukup senang menggunakan i-mode karena mudah diakses dan tak mengalami kesulitan saat ingin membayar (fasilitas i-mode)," ujar Inagawa. "Sedangkan teknologi yang digunakan i-mode memudahkan pula bagi content provider untuk menawarkan kontennya," tambah dia. Dan sudah pasti, peran DoCoMo adalah juga termasuk mengutip biaya pengaksesan informasi oleh pelanggan, atas nama para content provider. "i-mode adalah bisnis dan layanan yang win-win bagi siapapun yang terlibat di dalamnya," ujar dia bersemangat.Layanan i-mode selain berjalan di teknologi 3G, juga dapat pula diakses oleh mereka yang masih menggunakan ponsel teknologi 2G. Memang kecepatan aksesnya cukup beda jauh, 2G dengan maksimum 28,8 Kbps sedangkan 3G dengan 384 Kbps.Untuk pengembangan konten i-mode, kompatibilitas HTML sangatlah berperan. Menurut facts sheet DoCoMo, ketika membuat konten, para content provider menggunakan subset dari HTML yang hanya membutuhkan sedikit penyesuaian ketika dikonversikan ke format yang dapat diterima oleh i-mode.Selain itu, untuk penanganan foto atau gambar, digunakan dua jenis format gambar digital yang paling banyak digunakan, yaitu GIF dan JPEG. Sedangkan format MIDI digunakan untuk mentransmisikan data audio. "Dengan pendekatan tersebut, maka hambatan pengembangan konten yang akan dialami oleh content provider akan dapat ditekan serendah mungkin," papar Inagawa. Dan hasilnya, seperti yang telah dinikmati oleh pengguna ponsel di Jepang, konten informasi yang dapat diakses menggunakan ponsel melalui layanan i-mode di Jepang terus meningkat jumlahnya. Selain di Jepang, layanan i-mode juga telah diluncurkan di Jerman, Belanda, Taiwan, Belgia, Prancis, Spanyol, Italia,Yunani dan Australia.
(donnybu/)