Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kejar 40% Pangsa Pasar
Cisco Ekspansi Ke Indonesia Timur
Kejar 40% Pangsa Pasar

Cisco Ekspansi Ke Indonesia Timur


- detikInet

Jakarta - Mengutip hasil survei IDC, pada Cisco showcase 2004, PT. Cisco Systems Indonesia mengatakan telah menguasai pasar perangkat jaringan di Indonesia, dengan pangsa pasar 60 persen. Saat ini, pemasaran produk mayoritas ada di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Untuk memperluas pangsa pasar, perusahaan akan merambah kawasan Indonesia timur. "Setelah menguasai 60 persen pasar, kami akan mengejar sisa 40 persen pasar di kawasan timur Indonesia," kata Irfan Setiaputra, Managing Director PT. Cisco Systems Indonesia, di acara temu wartawan yang berlangsung di kantor baru Cisco, Perkantoran Hijau Arkadia, Jakarta, Senin (25/4/2005).Disampaikan Irfan, pihaknya akan berekspansi ke Surabaya, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi dan Maluku, dengan menunjuk eksekutif khusus untuk menangani kawasan tersebut. Surabaya akan menjadi sentra kedua, dimana 90 persen sumber daya akan ditempatkan di kota itu."Cisco melihat kawasan Indonesia timur sebagai pasar yang menjanjikan dan menjadi salah satu fokus kami," kata Irfan. "Sejalan dengan laju pembangunan di kawasan tersebut, kebutuhan akan infrastruktur teknologi informasi guna menjalankan operasional perusahaan secara efisien, akan muncul," papar Irfan.Irfan mengatakan, pihaknya tetap mengganggap perusahaan lain sebagai pesaing, tapi dari segi penguasaan pasar, Cisco tidak memiliki kompetitor yang head-to-head. Menurut riset IDC, setelah Cisco, pasar jaringan diramaikan oleh Nortel, Juniper dan Huawei.Terapkan Karyawan MobileDi kantor barunya, Cisco menerapkan pola kerja baru yang memungkinkan karyawan bekerja secara mobile, dan dari mana saja.Konsep mobility dimungkinkan karena para karyawan dapat menggunakan internet publik secara aman, karena perusahaan menggunakan Virtual Private Network (VPN) dengan teknologi Cisco Integrated Server Router (CISR) di jaringannya. Selain itu perusahaan juga mengimplementasikan teknologi IP Telephony, yang mampu menekan biaya komunikasi karena percakapan dilangsungkan dengan mentransmisikan suara di Internet Protocol (IP).Konsep mobility ini juga sudah diimplementasikan di sejumlah perusahaan yang menjadi klien Cisco, yaitu Bank Mandiri, sejumlah perusahaan minyak dan gas. Mereka juga tengah mengoptimalkan pengimplementasian konsep ini di PT. Garuda Indonesia dan PT. Gudang Garam.Cisco mengincar perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak cabang, untuk memasarkan system mobility, yang terdiri dari IT Telphony dan VPN yang menggunakan CISR.System Engineer Manager Cisco Indonesia, Ichwan F. Agus mengatakan, Bank Mandiri adalah klien mereka yang memiliki kantor cabang paling banyak. "Investasi yang sudah dikeluarkan oleh salah satu bank terbesar di Indonesia sekitar US$ 5 juta, untuk system mobility ini," katanya. "Perusahaan lain sekitar US$ 25 ribu sampai US$ 50 ribu. Besar-kecilnya investasi yang harus dikeluarkan, tergantung pada jumlah pegawai yang memakai PC dan apakah sistem tersebut akan dijual lagi atau dipakai sendiri," paparnya. (wicak/)





Hide Ads