Hal ini diketahui dari dua orang sumber yang tak disebutkan namanya. Keduanya mengatakan kalau sebuah grup pemegang saham Uber yang terbesar sudah setuju untuk menjual sejumlah sahamnya dengan diskon yang cukup besar.
Penjualan saham dengan diskon besar ini adalah salah satu langkah Uber untuk menenangkan investornya, dan membuka jalannya untuk initial public offering (IPO) pada 2019 mendatang, demikian dikutip detikINET dari BBC, Sabtu (30/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, Uber menyebut suntikan dana baru ini akan dipakai untuk meningkatkan ekspansi perusahaan dan investasi teknologi. Transaksinya sendiri diperkirakan baru akan selesai pada awal 2018 mendatang.
"Kami tak sabar untuk bekerja bersama dengan pembeli untuk menyelesaikan transaksi ini secara keseluruhan, yang kami harapkan bisa mendukung investasi teknologi, memberi tenaga untuk pertumbuhan dan memperkuat pemerintahan korporat kami," tulis Uber dalam pernyataannya.
Salah satu efek dari penjualan sahamnya ini, jumlah direksi Uber akan bertambah dari 11 menjadi 17. Dan dua kursi di jabatan dewan direksi itu akan diberikan ke Softbank.
Perubahaan ini diharapkan bisa mengurangi pengaruh mantan CEO Uber Travis Kalanick di dalam dewan direksi. Seperti diketahui, setelah 'ditendang' dari posisi CEO, Kalanick masih mempunyai posisi di dewan direksi Uber. (asj/afr)