Kamis, 21 Des 2017 23:50 WIB

Go-Jek Diterpa Isu Monopoli, Menteri Rudiantara Angkat Bicara

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Aksi Go-Jek mengakusisi Kartuku, Midtrans, dan Mapan, membuatnya diterpa isu monopoli di bisnis financial technology (fintech). Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun sampai ikut angkat bicara.

Apa yang dilakukan oleh Go-Jek, menurut Rudiantara, tidak ada salahnya. Kesan monopoli Go-Jek karena mengakuisisi tiga startup di bidang yang sama, tidak dikhawatirkan oleh Menkominfo.

"Itu bisnis proses biasa dan semua platform yang besar model bisnis adalah mengakusisi pengembang-pengembang," kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu saat ditemui di Jakarta, Kamis (21/12/2017).

"Jadi, konsep pengembangan itu ada dua cara. Mengembangkan sendiri atau cara mengakusisi, kalau cepat ya akuisisi," sambung mantan petinggi Indosat, Telkomsel, XL Axiata, dan Telkom ini.

Menkominfo menegaskan, langkah Go-Jek mencaplok tiga startup fintech adalah lumrah dilakukan perusahaan sejenis, baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri. Tentunya, itu juga menjadi cara untuk bisa berkembang cepat.

"Kalau kembangin sendiri itu harus ada orangnya, engineer-nya, coder-nya, dan lain-lainya. Ya, yang paling cepat itu akuisisi. Itu sesuatu yang normal, malah Google besar karena akusisi-akusisi, Facebook juga," sebutnya.

Go-Jek sendiri memang makin serius memperkuat layanan Go-Pay dengan mengakusisi tiga startup fintech lokal tersebut. Kartuku yang diakuisisi merupakan perusahaan layanan pembayaran offline.

Sementara Midtrans adalah perusahaan payment gateway online. Sedangkan Mapan merupakan jaringan arisan barang terbesar di Indonesia. Dengan akuisisi ini, Go-Jek berharap bisa memperkuat ekspansi Go-Pay di industri jasa dompet digital dan proses pembayaran independen.

Dari sisi bisnis, Kartuku, Midtrans dan Mapan sendiri telah memproses total transaksi lebih dari Rp 67,5 triliun per tahun, baik melalui kartu kredit, debit maupun dompet digital untuk para pengguna, penyedia jasa dan merchant-merchant mereka.

"Melalui akuisisi ini, Go-Jek akan berkolaborasi dengan tiga perusahaan fintech nasional terdepan di Indonesia yang memiliki visi dan etos kerja yang sama dengan kami. Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pondasi dan langkah kami di industri fintech Indonesia," jelas Nadiem Makarim, Founder dan CEO Go-Jek. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed