Eksodus Besar-besaran Petinggi Uber

Eksodus Besar-besaran Petinggi Uber

Yudhianto - detikInet
Jumat, 23 Jun 2017 15:15 WIB
Travis Kalanick (Foto: Bizjournals)
Jakarta - Bisa dibilang Uber tengah mengalami fenomena yang sulit dijelaskan. Pasalnya, di startup layanan ride-sharing ini tengah terjadi eksodus besar-besaran para petingginya.

Sepanjang 2017 ini tercatat sudah ada 14 petinggi Uber yang meninggalkan startup dengan valuasi terbesar sejagat raya itu. CEO Uber Travis Kalanick bisa jadi adalah pamungkasnya, setelah beberapa hari lalu juga resmi meninggalkan jabatannya sebagai orang nomor satu di Uber.

Tapi Kalanick bukan satu-satunya yang meninggalkan Uber di Juni ini. Bersamaan di bulan yang sama, Emil Michael, SVP of Business Uber juga melakukan hal yang sama. Selain itu ada juga Eric Alexander, President of Business Uber Asia Pacific.

Sementara di bulan sebelumnya, yakni Mei ada tiga petinggi Uber yang meninggalkan jabatannya. Adapun yang melakukannya adalah Head of Finance Gautam Gupta, Head of Autonomous Driving Anthony Levandowski, dan General Counsel Uber Europe, Middle East and Africa Jim Callaghan.

Beralih ke bulan April, dua orang petinggi Uber yang melepas kursinya. Orang –orang tersebut adalah Head of Communications Rachel Whetstone dan VP of Global Vehicle Sherif Marakby.

Di bulan Maret malah lebih banyak lagi. Tercatat ada empat petinggi Uber yang secara bersamaan meninggalkan perusahaan tersebut, yang antara lain adalah Presiden Uber Jeff Jones, VP of Product and Growth Ed Baker, Director of AI Gary Marcus, dan VP of Maps Brian McClendon.

Untuk lebih lengkapnya berikut daftar informasi petinggi-petinggi Uber yang telah melakukan eksodus besar-besaran mulai bulan Februari 2017 ini sampai Juni, termasuk beberapa rekrutmen pejabat baru Uber untuk mengisi posisi yang ditinggalkan, seperti detikINET kutip Mashable, Jumat (23/6/2017).

Eksodus Besar-besaran Petinggi UberFoto: Mashable

Pendiri yang Terbuang

Mundurnya Kalanick tak dapat dipungkiri dipengaruhi tekanan dari investor. Keputusan ini diambil hanya sepekan setelah Kalanick diminta cuti sementara dari kursi CEO.

"Saya mencintai Uber lebih dari apapun di dunia ini. Dan pada momen sulit di kehidupan personal saya, saya menerima permintaan para investor untuk mundur, sehingga Uber bisa terus maju, ketimbang terganggu oleh perselisihan lain," ujarnya.

Sebelumnya, cuti sementara Kalanick disebutkan karena alasan sedang berduka, karena kematian ibunya yang meninggal dalam kecelakaan kapal baru-baru ini. Cuti sementara juga dimaksudkan untuk memperbaiki skill kepemimpinannya. Tapi akhirnya dia sekalian mengundurkan diri.

Eksodus Besar-besaran Petinggi UberFoto: Infografis detikcom


Beragam kontroversi menerpa Kalanick dan Uber yang dipimpinnya. Belum lama ini, dia ketahuan membentak sopir Uber yang protes soal tarif serta pernah menulis memo panduan hubungan seks para karyawan.

Selama sebulan, Uber juga diinvestigasi biro hukum yang dipimpin mantan Jaksa Agung Amerika Serikat Eric Holder terkait dugaan pelecehan seksual yang terjadi di kantor pusat mereka. Dan direkomendasikan untuk meminimalisir otoritas Kalanick serta mengendalikan keuangan, sumber daya manusia serta sikap para manajer Uber.

Sebanyak 47 rekomendasi disetujui oleh dewan direksi Uber. Ini adalah titik balik bagi Uber untuk memperbaiki budaya perusahaan yang dikatakan tidak bagus.

Selain sikap kontroversial Kalanick, Uber juga direpotkan dengan gugatan hukum yang dilakukan Waymo, perusahaan mobil otonom milik Alphabet. Uber dituding mencuri teknologi Waymo. Dan di bawah kepemimpinan Kalanick, cukup banyak eksekutif penting Uber mengundurkan diri. (rns/rou)