Kamis, 22 Jun 2017 14:00 WIB

Go-Jek, Karya Anak Bangsa yang Ingin Mendunia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Irna Prihandini Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - Kehadiran Go-Jek di tengah masyarakat urban yang dipenuhi kemacetan seakan menjadi angin segar. Tak ayal, perusahaan transportasi berbasis aplikasi ini menjadi idaman.

Di samping tarif yang ditawarkan lebih ramah kantong, Go-Jek juga menawarkan berbagai kemudahan dalam berpergian.

Pada awal berdirinya pada 2010, Go-Jek hanya menerima layanan melalui panggilan telepon. Kemudian di awal 2015, Go-Jek bertransformasi dengan menghadirkan aplikasi.

Sekarang, tercatat ada delapan produk layanan di aplikasi Go-Jek dan empat produk layanan di aplikasi Go-Life. Go-Jek yang didirikan dan dinahkodai oleh Nadiem Makarim ini telah beroperasi di 25 kota seluruh Indonesia dengan dukungan 250 mitra pengemudi.

Di samping terus menguasai pasar dalam negeri, Go-Jek kini mulai menjajaki eksistensi di mancanegara. Terhitung sejauh ini ada dua kantor Go-Jek di luar negeri, yakni Bengaluru, India dan Singapura.

Untuk yang di Bengaluru, Go-Jek dengan percaya diri melakukan aksi korporasi dengan mengakuisi startup lokal. Meski mengakusisi startup India, kantor Go-Jek di Negeri Bollywood bukan untuk kegiatan operasional, melainkan untuk pengembangan produknya.

Kantor yang berdiri sejak November 2016 itu dijadikan pusat pelatihan dari ratusan engineer Go-Jek, baik dari India maupun Indonesia. Para engineer tersebut akan meningkatkan kemampuan aplikasi Go-Jek yang digunakan di Indonesia.

"Kami telah melihat bagaimana kolaborasi dan berbagi pengetahuan antara engineer kami di Indonesia dan India. Hal tersebut telah bantu mempercepat inovasi produk, data mining dan meningkatkan pengalaman konsumen di Go-Jek," ujar Nadiem kala itu.

Selanjutnya, Go-Jek membuka kantor lagi di negara tetangga, yaitu Singapura. Sama seperti yang di Bengaluru, kantor yang ada di Singapura ini bukan untuk kegiatan operasional melainkan sebagai kantor data science. Kantor tersebut kabarnya telah dioperasikan sejak Januari lalu.

Vice President Data Science Go-Jek, Misrab Faizullah-Khan mengatakan, kantor Go-Jek di Singapura untuk saat ini hanya difokuskan untuk kegiatan data science. Sementara itu, Go-Jek masih fokus melayani pasar Indonesia yang masih sangat besar potensinya.

"Ada 250 juta orang di Indonesia, jadi kami sangat jauh dari membuat jenuh pasar itu," ungkap Misrab dikutip dari Straits Times, Kamis (22/6/2017).

Kantor data science Go-Jek di Singapura diharapkan dapat menyerap lebih banyak data scientist dan data engineer di masa mendatang. Saat ini, jumlah karyawan di sana mencapai 20 orang, 16 diantaranya adalah data scientist. (rns/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed