Itu yang dilakukan oleh Evan Williams melihat 'ketidakberdayaan' Twitter menghadapi persaingan dengan media sosial lainnya, salah satunya dengan Facebook.
"Ini benar-benar menyakitkan saya untuk menjual (saham) saat ini, tapi penjualan ini adalah semua konteksnya hal pribadi, bukan tentang perusahaan," ujar Wiliams yang ia posting di blog dikutip Reuters, Jumat (7/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiliams menjelaskan, penjualan sahamnya itu karena ia telah menghabiskan banyak investasi di modal ventura, Ventures Obvious. Ia juga menyumbang banyak keperluan amal hingga kampanye politik selama setahun lalu.
"Dan saya ingin melanjutkannya," kata Williams yang telah bersama-sama Jack Dorsey, Noah Glass, dan Biz Stone mendirikan Twitter pada 2006 lalu.
Namun Williams tidak akan menjual saham lebih dari 30% kepemilikannya.
Mengenai sikap Williams itu, Twitter telah mengetahui dan menghargainya. Namun, menurut mereka, Williams akan tetap berada di dalam kepemilikan Twitter secara signifikan. (rou/rou)