Hal tersebut disampaikan oleh Accenture sebuah perusaahan layanan konsultasi dan solusi profesional global yang rutin melakukan survei setiap tahun. Di tahun ini mereka mengusung tema "Teknologi untuk Manusia" yang melibatkan 5,400 responden pelaku bisnis teknologi dari 31 negara dan 16 industri.
Dari hasil survei tersebut didapatkan Indonesia memiliki persentase sebesar 87% sedangkan responden global sebesar 79% di mana mereka setuju bahwa teknologi AI akan merevolusi cara mereka memperoleh informasi dan berinteraksi dengan pelanggan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya teknolgi AI di tahun 2017 akan mulai mencapai tahap maturity dan akan semakin banyak dipergunakan di berbagai area dan bisnis. Ia mencontohkan teknologi AI yang sudah diterapkan salah satunya di perusahaan mobil, di mana mobil tersebut sudah ada yang dapat menyetir dan memarkir sendiri.
Lewat surveinya dapat dilihat mulai ada kesadaran para pelaku bisnis di Indoensia mau global akan kehadiran teknologi AI yang pada akhirnya mereka akan bersiap-siap untuk melakukan investasi yang lebih serius di bidang teknologi.
"Perkembangan teknologi ini sangat mempengaruhi kehidiupan kita sebagai pebisnis maupun sebagai masyarakat. Kemudian teknologi ini, terutama yang berhubungan dengan AI akhirnya akan menjadi sangat manusiawi di mana akan sangat dimudahkan untuk melakukan hal-hal yang dulunya sangat susah dilakukan." tandas Engkun.
(jsn/yud)