BERITA TERBARU
Rabu, 22 Feb 2017 15:26 WIB

Kolom Telematika

7 Tren Teknologi Besar di 2017

Catherine Lian - detikInet
Foto: Reuters/Kacper Pempel Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta - Bila Anda dapat meramal masa depan, apa yang akan Anda lakukan dengan cara berbeda? Ketika kami mewawancarai para pengambil keputusan bisnis di kawasan Asia Pasifik, 70% mengatakan kompetisi dari start-up digital mendorong mereka untuk melakukan investasi di infrastruktur TI dan kemampuan memimpin dunia digital.

Langkah tersebut dapat dimengerti mengingat kegemparan yang terjadi beberapa tahun terakhir. Semua industri, sektor dan bisnis bertransformasi bahkan akan terjadi lebih banyak disrupsi dalam waktu dekat. Perusahaan start-up digital di seluruh dunia akan mengalahkan perusahaan yang sudah mapan dari sisi strategi dan inovasi. Lebih dari setengah perusahaan yang kami survei mengatakan tidak tahu apakah mereka masih akan bertahan dalam 3-5 tahun ke depan.

Namun, di tengah-tengah disrupsi itu muncul banyak peluang. Berikut adalah tujuh tren besar di tahun 2017. Beberapa dari tren ini akan mengubah cara Anda berbisnis, dari mulai edge, ke core, hingga ke cloud.

Prediksi 1: Kreativitas total menjadi hal biasa

Tahun 2017 akan terjadi demokratisasi kreativitas total. Tidak lama lagi para pencipta akan bisa mewujudkan hasil karyanya dengan teknologi super canggih -- dan berikutnya, teknologi tersebut akan diadopsi oleh masyarakat luas.

Pengembang dan arsitek akan mengunjungi lokasi pembangunan dan menggunakan perangkat mereka untuk melihat model bangunan dalam skala penuh sebelum kegiatan pembangunan dimulai. Infrastruktur berkinerja tinggi, efisien dan mudah diterapkan akan menjadi kebutuhan mutlak untuk mengakses data yang dibutuhkan untuk melihat gambar proyek lengkap dengan mudah dan cepat.

Prediksi 2: 'Dunia Lain'

Dalam beberapa tahun ke depan, VR/AR diprediksi akan mencapai puncaknya. Menurut IDC, 30% perusahaan di Asia yang fokus pada interaksi langsung dengan konsumen akan bereksperimen menggunakan AR/VR sebagai bagian dari usaha pemasaran mereka di tahun 2017.

Perangkat hands-free akan membawa masyarakat ke dalam 'dunia paralel', dimana yang membatasi mereka hanyalah imajinasi mereka. Mereka akan belajar keterampilan baru, menyediakan layanan dan berinteraksi dengan banyak orang tanpa terbatas waktu dan biaya media fisik.

Di Filipina, Zip Match menyediakan layanan realitas virtual 360 yang memungkinkan agen perumahan untuk membawa calon pembeli melihat langsung suatu properti potensial secara detil tanpa harus datang ke lokasi. Singapura kini telah menjadi hub penting untuk pembuatan konten VR dengan adanya perusahaan-perusahaan seperti Takanto, Hiverlab dan Viziofly

Pokemon Go bisa saja menambah sekitar 700.000 pemain baru setiap hari, tapi penggunaan AR dan VR akan lebih dari hanya sekedar untuk bermain game.

Prediksi 3: Amankan HVAC Anda

Apakah teknisi Anda pernah mengatakan kalau mobil Anda perlu software update? Ya, Anda tidak salah dengar. Di era dimana dunia saling terhubung ini praktis apapun yang memiliki IP address dapat dibobol.

Cakupan pembobolan akan meningkat tahun ini dan menyebar ke bidang-bidang bisnis lainnya diluar jaringan TI. Sangatlah penting bagi perusahaan-perusahaan untuk mengerti bahwa bukan hanya data saja yang harus dilindungi, tapi juga perangkat-perangkat lainnya seperti infrastruktur HVAC mereka. Faktanya, menurut Deloitte's 2016 Asia-Pacific Defense Outlook, negara-negara 'Cyber Five' di Asia Pasifik, yaitu Singapura, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru dan Jepang, sembilan kali lebih rentan mengalami cyberattack dibandingkan negara-negara Asia lainnya.

Prediksi 4: 5K dst

Generasi sekarang bukanlah generasi yang hanya puas berada di posisi kedua. Kenapa tidak? Karena kita sudah terbiasa dengan kecepatan 100mph. Tim-tim litbang terus bekerja keras untuk menciptakan inovasi baru untuk mempertahankan pelanggan mereka. Dan ketika masyarakat berpikir resolusi 5K akan menggantikan resolusi 4K sebagai standar industri terbaru, kabar tentang layar lebar dengan resolusi dua kali lipat lebih besar mulai muncul. Di tahun 2017, pengalaman masyarakat hidup di dunia yang penuh warna akan semakin cerah, membuat dunia nyata terlihat suram.

Prediksi 5: Chief IoT Officer

Para pemimpin bisnis akan muncul dimana-mana. Posisi Chief Digital Officer semakin laris, tapi muncul jabatan baru, yaitu Chief IoT Officer. Kenapa kita membutuhkan mereka? Karena perusahaan-perusahaan akan semakin merasakan tekanan untuk menjembatani jarak antara operasional dan TI. Riset IDC menyatakan bahwa tahun 2020 seperempat eksekutif bisnis C-level di perusahaan-perusahaan Asia akan berada dalam posisi pemimpin teknologi setidaknya 3 tahun dalam karir mereka. Untuk bisa meningkatkan ROI dan efisiensi, para Chief IoT Officer ini akan bekerja dengan setiap orang, mulai dari bagian pengadaan dan manajer pabrik hingga CIO dan CEO.

Para Chief IoT Officer ini akan menjadi agen perubahan yang bertanggung jawab untuk membawa perusahaan mereka ke dalam Revolusi Industri Keempat, yaitu dunia yang akan dipenuhi hampir sembilan milyar perangkat yang saling terkoneksi di seluruh Asia Pasifik per tahun 2020.

Prediksi 6: Mencegah lebih baik daripada mengobati

Semua dokter akan mengatakan kepada Anda bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan sekarang, berkat mesin pembelajaran, kita dapat mengetahui ketika suatu perangkat teknologi akan mengalami rusak sebelum benar-benar terjadi dan segera mengatasinya dengan cepat.

Dengan teknologi self-healing, perusahaan dapat mengalokasikan karyawan ke proyek-proyek TI yang lebih strategis daripada menghabiskan waktu mengatasi masalah atau memperbaiki kerusakan yang terjadi. Platform analitik berbasis cloud akan menyediakan informasi pintar secara nyaris real-time dan kemampuan analitik prediktif untuk memonitor, mengelola dan menyediakan informasi status kesehatan perangkat secara proaktif.

IDC memprediksi di tahun 2020, hampir 20% proses operasional akan memiliki kemampuan self-healing dan self-learning. Dengan demikian, masalah yang harus diselesaikan jauh lebih sedikit.

Prediksi 7: Mesin-mesin dan bola kristal mereka

Bukan rahasia lagi bahwa perusahaan – dan masyarakat – menghadapi masalah untuk memahami data online yang jumlahnya sangat besar saat ini. Tapi bersiaplah – data skala besar akan segera membantu mesin-mesin memahami berbagai hal dengan cara baru. Penelitian Ovum menyatakan mesin pembelajaran akan menjadi terobosan terbesar analitik big data di masa depan.

Semakin banyaknya keterlibatan mesin pembelajaran dalam software enterprise dan alat untuk mengintegrasikan dan menyiapkan data, membuat banyak perusahaan dapat memprediksi dan bekerja sama memecahkan masalah.

Misalnya, Massachusetts Institute of Technology (MIT) sedang melakukan percobaan luar biasa untuk memprediksi perilaku manusia. Para peneliti MIT meyakini persepsi mesin akan merevolusi industri dimana informasi dapat diperoleh dari data berjumlah besar. Contohnya, pemindaian yang dilakukan komputer mungkin dapat memberikan prosedur yang lebih akurat dan terjangkau untuk memeriksa keluhan kesehatan pasien.

Seiring waktu, mesin-mesin akan mulai menerapkan hasil pembelajaran mereka ke semua bentuk dan disiplin – memungkinkan seseorang bisa belajar dari dunia tulisan atau virtual.

Bukankah semua hal tersebut di atas sangat luar biasa! Mungkin dalam beberapa tahun ke depan saya akan membiarkan mesin yang menulis prediksi berikutnya.

*Penulis adalah Managing Director Dell EMC Indonesia (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed