Seperti dilansir The Verge, Selasa (10/1/2017), Apple disebut telah merencanakan basis produksi perangkat besutannya di Mesa, Arizona. Tapi jangan berharap iPhone, iPad, ataupun MacBook dan iMac, karena yang rencananya digarap Apple adalah server dan data center.
Apple sendiri telah mempublikasikan rencananya itu, yang dilakukan lewat Pemerintah Kota Mesa bersama Federal Register. Apple juga telah memperoleh persetujuan dari US Foreign-Trade Zones Board dalam deskripsinya untuk memproduksi barang jadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi semua server maupun data center yang dibuat di fasilistas Mesa sejatinya akan dijadikan Apple sebagai pasokan untuk digunakan melengkapi pusat data miliknya sendiri yang tersebar di seluruh wilayah AS.
Adapun fasilitas Mesa sebelumnya digunakan oleh perusahaan bernama GT Advenced Technologies yang merupakan pemasok layar safir untuk Apple. Namun setelah dinyatakan bangkrut di 2014, Apple gantian memanfaatkan fasilitas tersebut untuk pusat data centernya. Kini pembuat iPhone itu pun sekaligus memanfaatkannya untuk memproduksi server dan data center.
Disimpulkan, sepertinya keputusan Apple memproduksi perangkat buatannya di kampung halaman tak ada kaitannya dengan yang diinginkan Donald Trump beberapa waktu silam.
(yud/rou)