Penurunan saham ini setidaknya menjadi gambaran bahwa para investor mulai meragukan Facebook bisa terus berlari kencang. Keraguan ini tak bisa dibendung, bahkan meski Facebook dilaporkan mengalami peningkatan dalam iklan mobile dan pertumbuhan yang stabil hingga memiliki hampir 1,8 miliar pengguna dalam kuartal terakhir.
Dikutip dari Reuters, Kamis (3/11/2016), Facebook sebenarnya melaporkan kenaikan pendapatan per kuartal sebesar 56% di angka USD 7,01 miliar atau sekitar Rp 91 triliun, lebih besar dari yang diperkirakan. Laporan ini menunjukkan Facebook kuat di pasar iklan mobile.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi peringatan para analis mengenai kemungkinan melambatnya pertumbuhan pendapatan, Chief Financial Officer Facebook David Wehner mengatakan, pertumbuhan iklan memang akan melambat dikarenakan batasan ad load atau jumlah iklan yang bisa ditampilkan Facebook kepada konsumen.
"Tahun 2017 akan menjadi tahun dengan investasi agresif dengan peningkatan substansial dalam hal pembelanjaan," sebutnya. (rns/fyk)