Nikkei menginformasikan, Spotify Premium berpotensi mendulang 1.000 yen per bulannya. Peluncurannya di Jepang, yang merupakan pangsa pasar musik kedua di dunia berdasarkan penjualan, sudah lama didambakan Spotify untuk memasukinya.
Sudah dua setengah tahun lalu Spotify merencanakan ekspansi bisnisnya di pasar Asia. Dua pasar penting di Asia yang disasarnya adalah Jepang dan di Indonesia, negara dengan populasi penduduk terbesar keempat yang juga tak kalah menjanjikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsumen musik di Jepang masih lebih suka membeli CD, dan cukup banyak penolakan terhadap layanan streaming dan model online lainnya dari label rekaman.
Namun dengan penjualan musik tahunan yang diperkirakan hampir USD 3 miliar, Jepang adalah pasar yang diharapkan Spotify bisa sama-sama menguntungkan dan meningkatkan posisinya di pasar Asia.
Sejauh ini, Spotify sudah bernegosiasi dengan sejumlah perusahaan label rekaman di Jepang, bahkan mempekerjakan staf dari label rekaman yang digaet.
Dengan segala macam kemungkinannya, seperti dikutip dari Tech Crunch,, Jumat (16/9/2016), bagaimanapun Spotify akan mencoba memasuki industri musik Jepang yang akan mulai bertransisi ke digital.
Spotify pertama kali masuk Asia di 2013 dan saat ini sudah tersedia di lima Hong Kong, Singapura, Filipina, Malaysia dan Indonesia. Secara keseluruhan, Spotify sudah hadir di 59 negara. Jepang akan menggenapkannya menjadi negara ke-60 yang disambangi layanan ini.
Di Indonesia sendiri, sejak meluncur pada Maret lalu, Indonesia jadi salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna Spotify paling cepat se-Asia Tenggara. Pengguna Spotify Indonesia tercatat telah mendengarkan musik selama 1.165 menit.
Baru-baru ini, Spotify juga mengumumkan pelanggan berbayarnya tembus 40 juta. Dengan demikian, Spotify menyalip pesaing terdekatnya Apple Music yang Juni lalu tercatat punya 15 juta pelanggan berbayar. Akhir Juni lalu, Spotify mengumumkan ada 100 juta pengguna aktif bulanan. Angka ini termasuk pelanggan berbayar dan gratisan. (rns/rou)