Pada puncak kejayaannya, Nokia menyumbang 40% dari seluruh ponsel yang beredar di seluruh dunia. Di Indonesia, merek ini dulu sangat dominan. Nokia menjadi merek asal Finlandia paling mashyur dan membuat ekonomi negara itu makmur.
Menurut riset Research Institute of the Finnish Economy, Nokia antara tahun 1998 sampai 2007 menyumbang seperempat pertumbuhan ekonomi Finlandia. Sebuah periode yang disebut Menteri Keuangan Finlandia Alexander Stubb sebagai keajaiban ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nokia sangat besar di Finlandia di semua indikator dan ketika mereka anjlok kami ketakutan terhadap kemungkinan konsekuensinya," kata Kari Kankaala, direktur ekonomi di kota Tampere yang dikutip detikINET dari BBC.
Tampere dulu adalah kota yang jadi markas riset dan pengembangan Nokia terbesar, yang pernah mempekerjakan 4.000 karyawan dengan keahlian tinggi. Kini tidak lagi dan membuat kota itu mengalami masa suram.
"Nokia dulu adalah tulang punggung segala hal di sini. Universitas bergantung pada kolaborasi dengan Nokia, anak muda ingin dipekerjakan oleh Nokia," kata Kari. "Sekarang situasi pengangguran kami mengerikan dengan persentase 14% sampai 15%,"
Nokia yang sekarang memang masih perusahan besar yang fokus pada infrastruktur telekomunikasi setelah divisi ponselnya dijual. Namun tetap saja kejatuhan Nokia di jagat ponsel masih berdampak besar.
Masih ada sisi cerah di Finlandia pasca Nokia. Nokia mewariskan banyak orang terampil yang sekarang berkecimpung di dunia start up. Akan tetapi rasanya sulit mengharapkan akan ada lagi di Finlandia perusahaan yang besar dan berpengaruh seperti Nokia di masa silam. (fyk/ash)