Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Wawancara Khusus CEO Asus
Penuhi TKDN 30%, Asus Bangun Pusat Riset di Indonesia
Wawancara Khusus CEO Asus

Penuhi TKDN 30%, Asus Bangun Pusat Riset di Indonesia


Adi Fida Rahman - detikInet

CEO Asus Jerry Shen (afr/detikINET)
Jakarta -

Asus telah melakukan perakitan ponselnya di Indonesia. Walau belum mencapai 30% untuk tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), namun vendor asal Taiwan ini sudah menyiapkan strategi untuk memenuhi kemauan pemerintah.

CEO Asus Jerry Shen menceritakan sejak Mei lalu Asus telah bermitra dengan perusahaan perakitan eletronik PT Sat Nusapersada Tbk. Sejumlah ponsel Asus telah dibuat di fasilitas perakitan Sat Nusapersada yang berlokasi di Batam.

"Salah satu hasilnya Zenfone 2 Laser yang kami rilis hari ini. Itu hasil perkaitan di Indonesia," kata Jerry saat berbincang dengan detikINET di Ritz Carlton, Kawasan SCBD, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayang Jerry enggan menginformasikan berapa kapasitas produksi Sat Nusapersada saat memproduksi ponsel Asus. Namun ia memastikan, bila dikalkulasi kadar TKDN di perangkat ponsel telah mencapai 20%.

Pihaknya menyadari pencapaian tersebut masih kurang dari yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk itu, perusahaan yang bermarkas di Taiwan ini telah menyiapkan langkah-langkah untuk melengkapi 10%.

"Kami berencana akan membangun pusat riset di Jakarta," kata bos Asus ini.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam membangun pusat risetnya di tanah air, nantinya mereka akan merekrut banyak talenta Indonesia.

"Anak muda di sini tidak kalah berkualitas dibanding di luar. Karena itu kami akan bekerja sama dengan sejumlah universitas, seperti Institut Teknologi Bandung dan lain-lain," ujarnya.

Jerry tak mengungkap kapan rencana ini mulai akan direalisasikan. Tapi ia memastikan saat aturan TKDN 30% telah diberlakukan Januari 2017, Asus sudah memenuhinya.

(afr/rou)







Hide Ads