Chief Financial Officer Samsung Lee Sang-hoon membantah kabar yang pertama kali dilaporkan Korean Economic Daily tersebut. Yang sebenarnya terjadi, Samsung berencana melakukan relokasi, bukan memangkas jumlah karyawan.
"Kami melakukan standar relokasi, staf akunting, human resource dan public relation akan dikirim ke divisi marketing atau sales," jelasnya, seperti dilansir IT Pro Portal, Kamis (10/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samsung pun memberikan komentar bahwa pemangkasan biaya adalah proses yang berkelanjutan di perusahaan selama beberapa tahun. Namun Samsung menolak menyebutkan target khusus untuk ini atau tahun depan.
Beredarnya kabar PHK karyawan Samsung bukan tanpa sebab. Performa bisnis Samsung yang agak menurun memunculkan beragam spekulasi. Meski masihh memimpin di pasar smartphone dengan pangsa pasar 21,4%, Samsung mengalami penurunan keuntungan selama tujuh kuartal berturut-turut.
Tak heran, kalangan investor menyoroti dengan tajam kondisi ini. Data terbaru pada Juli silam, Samsung membukukan keuntungan bersih 5,75 triliun won untuk kuartal kedua di 2015. Perolehan ini turun 8% dari periode yang sama di tahun lalu.
(rns/fyk)