Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Telkom Beli Perusahaan Telekomunikasi Guam

Telkom Beli Perusahaan Telekomunikasi Guam


Angga Aliya - detikInet

Jakarta - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengakuisisi AP Teleguam Holdings Inc, induk usaha GTA Teleguam. Unit usaha internasional Telkom, Telekomunikasi Indonesia International Inc atau Telkom USA telah mencapai kesepakatan dengan Advantage Partners (AP) untuk melakukan jual beli saham.

Transaksi ini akan memperkuat portofolio internasional Telkom, yaitu Telin Singapore, Telin Hong-Kong, Telkom Australia, Telkom Taiwan, Telkom USA, Telin Malaysia, Telkom Macau, Telin Timor-Leste, dan kantor cabang di Myanmar.

"Guam adalah pasar yang sangat menarik dan memiliki kesesuaian strategis untuk ekspansi internasional Telkom. Letak geografisnya strategis dengan PDB per kapita yang cukup besar di Asia, ditambah dengan tingkat pendidikan yang baik serta telah mengadopsi teknologi telekomunikasi terkini baik fixed line maupun selular," ujar Direktur Wholesale dan International Business Telkom Honesti Basyir dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2015).

Transaksi ini memerlukan persetujuan dari beberapa otoritas di Guam dan Amerika Serikat (AS). Pada saat transaksi selesai, GTA akan menjadi bagian dari salah satu portofolio operasi internasional Telkom.

Ia mengatakan, hubungan Telkom dan GTA telah berlangsung lebih dari satu tahun, berawal dari kemitraan pada pengembangan sistem kabel bawah laut South East Asia United States (SEA-US).

Kedua pihak merupakan bagian dari konsorsium dalam pembangunan peningkatan kapasitas seiring bertambahnya permintaan bandwidth antara Asia Tenggara dengan Amerika Utara.

"Keterlibatan kami pada proyek kabel bawah laut SEA-US memberikan kami peluang untuk mengenal GTA lebih baik," katanya.

President dan CEO GTA Robert Haulbrook meyakini, setelah 10 tahun kepemilikan private-equity, sekarang ini waktu yang tepat bagi perusahaan untuk melakukan transisi menjadi sebuah perusahaan telekomunikasi internasional seperti Telkom.

"Sejak privatisasi 2005, GTA telah berhasil berubah menjadi perusahaan yang berkembang dengan cepat dan memiliki reputasi sangat baik untuk bisnis fixed-line, seluler dan produk atau jasa internet," kata Haulbrook.

(Angga Aliya/Rachmatunisa)







Hide Ads
LIVE