Startup Indonesia Diusulkan 3 Tahun Bebas Pajak e-Commerce

Startup Indonesia Diusulkan 3 Tahun Bebas Pajak e-Commerce

ADVERTISEMENT

Startup Indonesia Diusulkan 3 Tahun Bebas Pajak e-Commerce

- detikInet
Selasa, 12 Mei 2015 17:00 WIB
Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta -

Pemerintah melalui tiga Kementerian terkait yakni Kominfo, Perindustrian, dan Perdagangan berwacana menerapkan pajak untuk para pelaku e-commerce di Indonesia. Meski belum ada keputusan resmi soal wacana tersebut, namun para pelakunya punya saran pada pemerintah.

Melalui Asosiasi e-Commerce Indonesia atau dikenal dengan idEA, para pelaku e-commerce di Indonesia ini punya usul untuk mengenakan pajak setelah startup tersebut berjalan selama tiga tahun. Hal itu karena menurut Ketua Umum idEA, Daniel Tumiwa, para startup ini sebaiknya diberi napas untuk tumbuh terlebih dahulu.

"Tiga tahun itu menurut saya waktu yang cukup lama, jadi seharusnya mereka sudah bisa berkembang lah. Kalaupun mereka tidak bisa berkembang dalam waktu tiga tahun, berarti ada yang salah dengan binis modelnya. Harus ganti model bisnis," papar Daniel kepada di Kaffein, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Kendati tiga tahun menurut Daniel cukup, namun ada baiknya jika bisa diberi jangka waktu bebas pajak yang lebih lama, yakni 5 tahun. Daniel pun memberi contoh negara-negara yang memiliki startup industri startup yang sudah tumbuh, misalnya Tiongkok dan Singapura.

"Di Tiongkok dan Singapura aja pemerintahnya baru membebankan pajak kepada startup-nya setelah 5 tahun berjalan," papar Daniel. Tak hanya bicara soal pajak, idEA selaku pemegang kepentingan dalam pembuatan roadmap e-commerce di Indonesia juga menyarankan pemerintah untuk fokus membantu UKM e commerce yang dijalankan generasi muda.

(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT