Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Samsung & BlackBerry Berbohong?

Samsung & BlackBerry Berbohong?


- detikInet

BlackBerry Passport (gettyimages)
Jakarta -

Rumor bahwa Samsung berniat mengakuisisi BlackBerry sudah dibantah oleh kedua belah pihak. Tapi kabarnya, Samsung benar-benar ingin membeli BlackBerry sehingga bantahan tersebut mungkin saja hanya untuk menutup-nutupi.

Menurut media asal kanada Financial Post, Samsung sampai saat ini masih menimbang kemungkinan membeli BlackBerry. Media ini juga menyinggung soal dokumen yang kabarnya dipersiapkan untuk Samsung oleh bank investasi Evercore tentang akuisisi BlackBerry.

Dalam dokumen itu, Samsung terindikasi mencoba mendapat dukungan dari pemegang saham berpengaruh BlackBerry, Prem Watsa. Watsa adalah CEO Fairfax Financial Holding, perusahaan investasi dan asuransi Kanada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fairfax adalah pemegang saham terbesar kedua BlackBerry dengan kepemilikan 9%. Sumber menyebutkan kalau Watsa sepertinya akan mendukung jika saham BlackBerry dihargai USD 15 per lembar, lebih dari 30% dari harga saham terkini BlackBerry.

Tapi beberapa analis meragukan Samsung benar-benar berniat membeli BlackBerry. "Saya tak tahu apa yang akan didapatkan Samsung," kata Brian Blair, analis di Rosenblatt Securities yang dikutip detikINET dari CNNMoney, Jumat (23/1/2015).

Brian berpendapat kalau alasan satu-satunya Samsung ingin membeli BlackBerry adalah untuk mendapatkan patennya. Namun menurut dia, Samsung tidak perlu membeli seluruh perusahaan untuk memperolehnya.

Namun ada pula pendapat lain bahwa BlackBerry masih punya banyak aset berharga sehingga pantas jika Samsung tertarik mengakuisisi mereka. Misalnya layanan messaging BlackBerry Messenger yang masih banyak penggemarnya sampai sistem operasi QNX,

Sistem operasi QNX telah diminati beberapa perusahaan. Seperti Ford yang memastikan akan memakai QNX di sistem dashboard mobil pintar yang mereka produksi.

(fyk/ash)







Hide Ads
LIVE