Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Asiafone Bangun Pabrik Ponsel Android Rp 100 Miliar di Pluit

Asiafone Bangun Pabrik Ponsel Android Rp 100 Miliar di Pluit


- detikInet

Pabrik AsiaFone di Pluit (rou/detikINET)
Jakarta - Kawasan Pluit di Jakarta Utara dipilih menjadi basis produksi ponsel Android murah buatan Asiafone. Dipersiapkan dalam setahun terakhir, pabrik perakitan di lahan seluas 3.500 meter persegi itu menghabiskan investasi Rp 100 miliar.

Pabrik ponsel ini sengaja dibangun agar terintegrasi dengan head office Asiafone sehingga memudahkan dalam proses pengawasan, manajemen dan penjualan produk-produk Asiafone ke seluruh Indonesia.

"Asiafone menyiapkan dua line produksi, yang mampu memproduksi ponsel hingga 100 ribu unit setiap bulannya," kata Herman Zhou, Presiden Direktur Asiafone dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (15/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kapasitas produksi ponselnya akan terus ditingkatkan seiring dengan makin tingginya permintaan pasar di Indonesia. Dengan adanya pabrik ini maka total jumlah karyawan Asiafone sekarang mencapai 350 orang.

Keberadaan pabrik tersebut merupakan bagian dari rencana besar Asiafone, untuk memindahkan produksi dari luar negeri ke Indonesia. "Ini sejalan dengan program pemerintah yang mendorong para pelaku industri untuk membangun produksinya di dalam negeri," katanya.

Saat ini pabrik Asiafone sudah mampu menghasilkan produk-produk Asiafone di antaranya adalah Asiafone AF50, Asiafone AF991 dan Asiafone AF9190 yang tidak kalah dengan Tiongkok.

"Dari segi kualitas kita bisa melakukan quality control secara langsung, sehingga produk yang terjual ke konsumen benar-benar berkualitas,” jelas Herman yang berkomitmen untuk menyediakan ponsel dengan harga yang terjangkau.

Ia juga mengatakan, pihaknya melakukan alih transfer teknologi, dari pabrikan yang ada di Tiongkok ke Indonesia. Ia menyebut saat ini industri komponen yang menjadi pendukung belum tersedia di Indonesia, sehingga hampir semua komponen masih didatangkan dari luar negeri.

"Proses alih transfer teknologi membutuhkan waktu yang cukup panjang, karena kita harus menyiapkan semuanya dari nol," papar Herman lebih lanjut.

Dengan berdirinya pabrik ponsel di Indonesia, Asiafone berharap industri komponen nasional juga berkembang. Karena kebutuhan komponen sangat diperlukan, sebagai pendukung untuk mensupport produksi ponsel, seperti chip, screen, baut, mur, casing dan sebagainya.

"Harapan kita kepada pemerintah adalah bagaimana menyediakan ekosistem industri nasional, sehingga pelan-pelan bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor," jelas Herman.

Dengan basis industri dalam negeri, para pengusaha juga tidak lagi terkena imbas kurs dolar yang tidak stabil. Hal itu pun diakuinya akan membuat harga ponsel Android yang dipasarkannya tetap murah.

"Terpenting juga adalah adanya kesempatan kerja bagi masyarakat, mereka bisa bekerja dalam industri teknologi. Dengan adanya pabrik di Indonesia, Asiafone siap menjadi vendor ponsel yang menjadi aktor perkembangan industri ponsel dalam negeri," pungkas Herman.

(rou/tyo)







Hide Ads