Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sampai Desember, Indonesia Impor 50 Juta Unit Ponsel

Sampai Desember, Indonesia Impor 50 Juta Unit Ponsel


- detikInet

Jakarta - Kementerian Perdagangan mencatat adanya tren penurunan volume impor telepon selular (ponsel). Ini karena sejumlah ponsel sudah bisa diproduksi di dalam negeri, sehingga tidak perlu impor.

Catatan tersebut dipaparkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (10/12/2014) malam

"Hingga 4 Desember 2014, ponsel yang masuk ke Indonesia kurang lebih sebanyak 50,6 juta unit. Nilainya USD 3,03 miliar (Rp 36,4 triliun)," sebut dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah tersebut, lanjut Partogi, turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2013 yang tercatat sebanyak 58,3 juta unit senilai USD 2,6 miliar (Rp 31,2 triliun).

Hal yang sama dialami oleh produk komputer genggam (handheld computer) dan komputer tablet. Realisasi impor komputer genggam per 4 Desember 2014 nilainya USD 5,6 juta (Rp 67,2 miliar) yang terdiri dari 59.435 unit. Sedangkan pada 2013, realisasi impor komputer genggam mencapai 752.000 unit dengan nilai impor USD 54,4 juta (Rp 652,8 miliar).

Sedangkan untuk komputer tablet, trennya mengalami kenaikan dari segi volume tetapi nilainya turun. Volume impor komputer tablet tercatat sebanyak 5,4 juta unit dengan nilai USD 386,3 juta (Rp 4,63 triliun) hingga 4 Desember 2014. Sedangkan realisasi pada 2013 adalah 2,7 juta unit dengan nilai impor USD 251 juta (Rp 3,02 triliun).

"Kalau ditotal impor tiga produk ini hingga 4 Desember 2014 kurang lebih sebanyak 56,06 juta unit. Nilai impornya USD 3,42 miliar (Rp 41,04 triliun). Dari segi volume mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013 yang 62,03 juta unit, namun nilainya naik dari sebelumnya USD 2,99 miliar (Rp 35,8 triliun)," jelas Partogi.

Penurunan volume impor ini, lanjut dia, dikarenakan sejumlah perusahaan telpon selular, komputer genggam, dan komputer tablet sudah mulai melakukan produksi di dalam negeri. "Jadi jumlah impornya berkurang," ujarnya.

(dna/ash)






Hide Ads
LIVE