Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Soal Bangun Pabrik, Erajaya Tampik 'Diputuskan' Foxconn

Soal Bangun Pabrik, Erajaya Tampik 'Diputuskan' Foxconn


- detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Foxconn sempat diisukan batal menggandeng Erajaya sebagai mitra lokalnya untuk pembangunan pabrik di Indonesia. Ketika dikonfirmasi, pihak Erajaya justru malah bingung dari mana kabar itu berasal.

"Bingung (dari mana kabar itu berasal). Saya saja tidak tahu. Siapa yang bilang?" ujar Direktur Marketing and Communication Erajaya Djatmiko Wardoyo ketika ditanya detikINET.
.
Yang pasti menurut Koko -- sapaan akrabnya -- proses pembangunan pabrik Foxconn di Indonesia itu melibatkan banyak pihak, dan sampai saat ini pun pembicaraannya masih berlangsung.

"Namun memang Foxconn yang di-approach (melakukan penjajakan) tak cuma dengan Erajaya. Dengan pihak lain juga. Termasuk kabar melirik Yogya untuk lokasi pabrik," lanjut Koko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pun demikian, antara Foxconn dan Erajaya saat ini belum ada kata 'putus'. Artinya kedua perusahaan masih dalam tahap pembicaraan dan Non Disclosure Agreement (NDA) sudah diteken.

"Memang itu bukan MoU (Memorandum of Understanding). Tetapi kita juga belum mendapat statement penolakan dari Foxconn," tandasnya.

Foxconn sendiri terakhir disebutkan tengah menjajaki kemungkinan untuk mendirikan pabrik di Yogyakarta. Manufakturing asal Taiwan itu pun telah menyodorkan banyak pertanyaan kepada Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait berbagai kesiapannya.

"Belum menentukan atau membicarakan masalah tempat. Ini masih awal, belum tentu jadi. Yang pentingkan mendekatkan, bisa gak fasilitas itu kita penuhi," kata Sultan di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (27/1/2014).

Menurut Sultan, tenaga kerja murah bukan alasan bagi Foxconn melirik membangun pabrik di Yogya. Sebab jika infrastruktur tidak memenuhi syarat, maka Foxconn juga tidak akan mendirikannya di kota yang masih kental dengan budaya Jawa itu.

Sehingga Pemda harus mempersiapkan infrastruktur seperti pelebaran jalan, jembatan, listrik dan lain-lain. Jika semua memenuhi syarat, secepat mungkin akan segera dibangun.

"Kita juga harus negosiasi, akan bangun seperti apa, tenaga kerja banyak nggak, karena kalau nggak banyak percuma. Kalau di sana tenaga kerja mereka mencapai 400 ribu, sementara di sini hanya 30, 50, atau 100 orang, ya kan percuma," imbuh Sultan.


(ash/fyk)







Hide Ads