Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos Teknologi yang Turun Tahta di 2013

Bos Teknologi yang Turun Tahta di 2013


Susetyo Dwi Prihadi - detikInet

Jakarta - Tahun 2013 diisi dengan berbagai berita mengenai hengkangnya jajaran eksekutif di perusahaan teknologi. Mereka ada yang mengundurkan diri, ada juga yang terpaksa didepak.

Beberapa berita mengenai hilangnya posisi penting ini cukup mengejutkan, walaupun sebetulnya sudah lumrah terjadi di dalam struktural perusahaan.

Siapa sajakah para bos teknologi yang menanggalkan tahtanya lantaran mengundurkan diri atau dipecat oleh perusahaan yang dipimpinnya tersebut. Berikut detikINET rangkumkan dari berbagai sumber, Senin (30/12/2013).

1. Steve Ballmer

Di bulan Agustus silam, Steve Ballmer menyatakan bakal segera meninggalkan kursi kepemimpinannya sebagai CEO Microsoft. Dia akan mundur dalam 12 bulan ke depan -- setelah surat pengunduran diri diterima dan penggantinya ditetapkan.

"Saat ini waktu yang tepat untuk melakukan transisi. Kami perlu CEO yang berada di sini dalam jangka waktu lama," kata Ballmer.

Ballmer yang memimpin Microsoft sejak Januari tahun 2000, tampaknya memang belum bisa membuat perubahan besar di 'kerajaan' Microsoft.

Ia mengaku memang tidak diminta mundur, tapi ia juga merasa belum bisa memuaskan permintaan para petinggi di Microsoft.

"Tak peduli seberapa cepat saya ingin mengubahnya (Mirosoft-red.), tetap akan ada keraguan dari karyawan, direktur, investor, mitra bisnis, konsumen, bahkan diri saya sendiri," kata Ballmer.

Alasan itulah yang akhirnya membuat Ballmer memilih mundur. Menurutnya, Microsoft membutuhkan sosok pemimpin baru yang bisa melaju dengan cepat sesuai dengan keinginan para jajaran direktur.

2. Steven Sinofsky

Mungkin tak banyak yang mengetahui siapa itu Steven Sinofsky. Namun, bila menyebut hasil karyanya,Windows , tentu saja orang akan ngeh dengan apa yang diperbuatnya.

Ya, inilah 'bapaknya' Windows yang juga menjadi 'otak' di balik kemunculan tampilan kotak-kotak ala Windows 8. Namun sayang, tak lama setelah peluncuran OS terbaru Microsoft tersebut, Sinofsky memutuskan untuk pergi.

Tak jelas apa alasan pengunduran diri sosok yang menjabat sebagai Presiden Windows dan Windows Live Grup tersebut. Banyak yang kaget, terlebih Microsoft baru melahirkan Windows 8, 'bayi' yang dirawat Sinofsky dari awal pengembangannya.

Sinofsky sendiri telah mengabdi di Microsoft selama 21 tahun. Ia pertama kali bergabung dengan produsen software raksasa tersebut sejak Juli 1989 sebagai software design engineer.

Sampai pada tahun 1999, karir Sinofsky melesat dengan dipercaya mengisi kursi Senior Vice President untuk produk Office.

Sampai akhirnya, tantangan baru muncul di hadapan pria pelontos ini untuk jabatan Senior Vice President Windows dan Windows Live Grup di tahun 2006.

Tak butuh waktu lama -- atau cuma tiga tahun berselang -- Sinofsky mengambil alih kursi Presiden divisi Windows yang mentereng.

3. Thorsten Heins

Masih di Bulan Agustus, BlackBerry membuat keputusan mengejutkan. Vendor asal Kanada itu menegaskan batal dilego dan menggeser Thorsten Heins dari kursi CEO.

Dalam pernyataan resminya, BlackBerry selanjutnya bakal menerima suntikan dana sebesar USD 1 miliar untuk investasi dari fairfax Financial Holdings. Perusahaan ini pula yang sebelumnya santer dikabarkan bakal membeli BlackBerry.

Sementara Thorsten Heins dipastikan bakal turun dari kursi CEO BlackBerry. Penggantinya adalah John Chen, yang juga akan berperan sebagai Executive Chair Dewan Direksi BlackBerry.

4. Justin Waldron

Mundur ke Bulan November, setelah lebih dari enam tahun bersama Zynga, Justin Waldron memutuskan untuk hengkang. Waldron adalah salah satu pendiri Zynga yang ikut mengawal pertumbuhan pembesut FarmVille tersebut sejak kelahirannya.

"Saya memutuskan ini saatnya meninggalkan Zynga. Sudah 6,5 tahun lamanya sejak kami bersama-sama meluncurkan game pertama kali. Setiap momen adalah keajaiban," ujarnya melalui akun Facebook.

Waldron direkrut oleh dua pendiri Zynga lainnya, Mark Pincus dan Eric Schiermeyer untuk membantu meluncurkan game yang belakangan diberi nama Zynga Poker. Asyik dengan pekerjaannya, Waldron yang kala itu masih berkuliah, memutuskan keluar dari University of Connecticut demi berkarya secara penuh di Zynga.

"Betapa bangganya bisa bekerja dengan tim yang sangat berbakat. Saya bersyukur diberi kesempatan membangun perusahaan yang menyentuh begitu banyak orang," ujarnya lagi.

(tyo/ash)







Hide Ads