Kerja sama bundling dengan operator telekomunikasi yang memiliki lebih dari 760 juta pelanggan itu telah membuat saham Apple di Wall Street bergerak positif. Indeks Dow Jones dan S&P 500 juga ikut mencetak rekor baru didorong oleh penguatan saham-saham teknologi yang membuntuti Apple.
Seperti detikINET kutip dari Reuters, Selasa (24/12/2013), Saham Apple berhasil naik 3,8% ke level USD 570,09 per lembar sejak pengumuman distribusi iPhone untuk bundling dengan China Mobile yang telah mengadopsi layanan 4G LTE.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China memang menjadi pasar seksi bagi vendor smartphone karena populasinya yang begitu besar. Tak heran jika kesepakatan dengan China Mobile ini membuka kesempatan bagi Apple untuk memperluas basis pengguna iPhone.
China Mobile diprediksi bisa meraih sampai 17 juta pengguna baru iPhone di tahun 2014. Lebih besar dari penjualan iPhone selama 12 bulan sampai September 2013, yang berjumlah 16,8 juta.
Menurut perhitungan lembaga riset Canalys, Apple masih terlempar dari jajaran lima besar produsen smartphone yang beroperasi di negeri panda. Kerja sama dengan China Mobile pun menjadi modal Apple untuk merangsek posisi papan atas. Terutama melawan Samsung, musuh bebuyutannya yang jadi penguasa di sana.
Ya, posisi pertama produsen ponsel terbesar di China masih dipegang Samsung dengan market share 14%, disusul Lenovo yang terpaut sedikit di bawahnya, 13%. Namun pangsa pasar Apple diperkirakan tak lama lagi akan naik dengan keberhasilan Apple menggandeng China Mobile setelah negosiasi alot hampir setahun.
Di sisi lain, penguatan saham Apple ternyata juga dibuntuti oleh saham-saham teknologi lainnya. Indeks sektor teknologi pun naik 1,5%, tertinggi di antara 10 sektor industri lainnya di S&P.
"Saham-saham langsung naik berkat berita itu,dan ini bukan berita buruk. Pelaku pasar sudah menyadari hal tersebut," kata Stephen Massocca, managing director dari Wedbush Equity Management LLC di San Francisco.
Wall Street mencetak rekor di tengah perdagangan yang sepi. Hanya 4,68 miliar lembar saham diperdagangkan, jauh di bawah rata-rata harian sebanyak 6,49 miliar lembar di bulan ini.
Tipisnya perdagangan memang wajar karena banyak pelaku pasar yang sudah meliburkan diri menyambut hari Natal. Pasar modal akan tutup lebih awal di perdagangan Selasa dan tutup Rabu.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones menanjak 73,47 poin (0,45%) ke level 16.294,61. Indeks S&P 500 naik 9,67 poin (0,53%) ke level 1.827,99.
Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq melaju 44,163 poin (1,08%) ke level 4.148,903, posisi tertingginya sejak Agustus 2000. Indeks Dow Jones dan S&P juga sempat tembus rekor intraday tertinggi yaitu di 16.318,11 dan 1.829,75.
(rou/rou)