"PC masih tumbuh tapi stagnan. Sementara smartphone bisa tumbuh tiga kali lipat dan tablet tumbuh 1,5 kali lipat dibanding pertumbuhan PC," kata Adrian Lesmono, Consumer Segment Lead Lenovo Indonesia dalam jumpa pers di Ciputra World, Surabaya, Selasa (10/12/2013).
Lebih lanjut dikatakan, pada kuartal kedua 2013 lalu, penjualan smartphone dan tablet sudah jauh melebihi penjualan PC. Melihat peluang tersebut, Lenovo pun makin bergairah untuk menambah lini produk handset-nya di samping produk PC. "Penambahan produk selain PC ini kami sebut PC+," tambah Adrian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk market share, Adrian menerangkan bahwa market share PC Lenovo mencapai 13,5%, tablet 5,9%, dan smartphone 1%. Adrian menganggap market share itu wajar karena Lenovo memang sudah lama bermain di PC, sementara produk tablet dan smartphone baru seumur jagung.
Ia menjelaskan, meski produk menengah bawah sangat laku, bukan berarti Lenovo silap mata dan tak akan berinovasi terhadap produk premium. Produk premium justru terus digenjot dan akan selalu berdampingan dengan produk middle low saat diluncurkan.
"Tahun depan tentu saja akan ada produk baru yang dikeluarkan. Tapi saya belum tahu berapa banyak yang akan dilauncing untuk tahun depan," tandas Adrian.
Sementara itu, Country General Manager Lenovo Indonesia Rajesh Thadani menjelaskan, secara global market share perusahaan yang dipimpinnya meningkat dari tahun ke tahun. Dari 6,5% di 2009, meningkat jadi 8,2% di 2010, naik menjadi 9,6% di 2011, lalu jadi 13,1% di 2012. Terakhir masih meningkat jadi 17,7 % di 2013.
"70% produk kami diserap sektor ritel dan 30% sektor enterprise," pungkas Rajesh.
(rou/rou)