Sebagai gambaran saja, data Kementerian Perdagangan, impor telepon seluler angkanya naik selama bulan Januari hingga Mei sebesar 22,2%.
"Karena tugas saya membuat mereka sukses di sini supaya menjadi subtitusi impor. Impor (ponsel) kita kan gila-gilaan saat ini," kata Hidayat di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (10/1/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gita dengan saya mau bertemu kembali dengan Foxconn terkait masalah lahan kita selesaikan. Karena idealnya dia belum tentu ideal buat kita. Kedua dia juga mau kita sandingkan dengan counterpart (mitra) yang memang kriterianya sesuai dengan apa yang dia butuhkan," katanya.
Ia menuturkan saat ini sudah ada 10 hingga 15 calon mitra yang bersedia bekerjasama dengan Foxconn. Mengenai lahan, pihak Foxconn meminta agar disiapkan lahan yang dekat kawasan bandara sekitar 500-1.000 hektar.
"Itu kita sedang rumuskan. Kalau bisa kan yang sekarang sudah memproduksi barang-barang itu. Kalau belum ya paling tidak yang sekarang mengedarkan. Jadi sudah mengenal produknya," pungkas Hidayat.
(nia/ash)