"Cloud computing ini memberikan efisiensi, seperti power consumption. Akan banyak kebutuhan power yang tinggi di masa depan padahal 85% dari infrastruktur yang dibangun sendiri itu idle," kata Division Head of Data Center & Managed Service Project Indosat, Gidion Suranta Barus dalam seminar Big Data Trend 2nd Round: Infrastructure and Demand Challenges di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Kata Gidion, hanya 30% perusahaan yang meng-outsource data centernya ke pihak ketiga. Masih banyak yang membangun sendiri. Makanya akan butuh power consumption besar. Itu sebabnya, dengan cloud computing ini besar sekali efisiensi yang dirasakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gidion, gerakan efisiensi ini harusnya lebih dihargai pemerintah. Karena selain menghemat energi dalam jumlah besar, juga meningkatkan pajak pemasukan negara dalam hal biaya operasional TI dalam negeri.
"Ini angka yang besar, tapi operator cloud lokal tidak banyak yang menikmati. Mayoritas lari ke provider cloud luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Jadi sangat disayangkan kalau pengguna cloud di Indonesia pada kabur keluar negeri karena tidak dapat insentif," sesalnya.
Di Singapura, kata dia, perusahaan yang menggunakan cloud diberi insentif pengurangan pajak. "Begitu juga di Malaysia, perusahaan UKM yang menggunakan cloud bisa me-reimburse pengurangan pajak ke pemerintah," pungkas Gidion.
(rou/ash)