Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos Baru TelkomSigma Lebih Agresif

Bos Baru TelkomSigma Lebih Agresif


- detikInet

Judi Achmadi, TelkomSigma
Jakarta - Di bawah kendali Presiden Direktur yang baru, Judi Achmadi, TelkomSigma mulai melakukan sejumlah perombakan. Salah satunya merevisi target pendapatannya untuk 2012 ini, dari semula Rp 750 miliar menjadi Rp 800 miliar.

Sejatinya, target Rp 750 miliar yang ditetapkan pada awal tahun ini, sudah di atas pertumbuhan 30% dari pencapaian TelkomSigma di 2011 yang sebesar Rp 578 miliar.

Bahkan, Judi yang baru masuk menggantikan Rizkan Chandra, sudah berani mempercepat target omzet Rp 1 triliun jadi tahun depan, setahun lebih cepat dari rencana semula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berani menetapkan sebesar itu karena pertumbuhan kami selalu di atas industri. Di saat bisnis TI hanya tumbuh 15% pada 2012 ini, tetapi TelkomSigma mengalami pertumbuhan 25%," papar Judi yang akrab disapa dengan panggilan 'Jac' itu kepada detikINET.

"Itu sebabnya kami optimistis merevisi target omzet. Apalagi hingga semester I-2012 ini kami sudah meraih omzet sekitar Rp 420 miliar, 5% melewati target awal untuk periode tersebut," jelasnya lebih lanjut.

Judi sebelum menjadi orang nomor satu di TelkomSigma, sempat lama menjabat sebagai Deputy Commerce Flexi dan terakhir VP Service Strategy dan Tarif di Telkom. Di Flexi, ia terkenal cukup agresif berjualan dan menjadikan unit bisnis fixed wireless access itu market leader.

Saat ditunjuk untuk mengisi posisi lowong di TelkomSigma, Judi mengaku tak canggung. Ia justru senang bisa kembali menggarap bisnis TI. "Saya merasa ibarat ikan yang kembali ke air," kata dia.

"Pasalnya, saya pernah jadi GM Teknologi Informasi di Telkom, dan memegang posisi Project Director untuk OBC alias OSS, BSS, CSS, serta Service Delivery Platform di Telkom."

Kombinasi pengalaman berjualan dan membesut program TI, membuat Judi makin bersemangat membawa TelkomSigma masuk ke jajaran elit anak-anak usaha Telkom dengan meraih omzet Rp 1 triliun pada 2013.

"Saya sangat berambisi membawa TelkomSigma ke jajaran elit anak usaha Telkom. Saya yakin target 2013 tersebut dapat dicapai melalui working spirit di lingkungan Telkom Group yaitu solid, speed dan smart alias 3S," tegasnya.

Penguasa Pasar

Dipaparkannya lebih lanjut, strategi untuk merealisasi target omzet tersebut akan dimulai dengan mempertahankan posisi TelkomSigma sebagai market leader yang menyediakan layanan data center dengan kualifikasi Tier 3+. Pasalnya, data center ini memasok 35% omzet perusahaan.

"Hampir 35% omzet TelkomSigma dipasok care Services of managed services dimana data center masuk di dalamnya. Selain itu juga ada Consulting & System Integration sekitar 15%," papar Judi.

TelkomSigma sendiri telah memiliki luas lahan sekitar 15 ribu meter untuk membangun dua data center. Satu data center telah terbiayai oleh induk usaha, Telkom, sebesar Rp 400 miliar.

"Untuk satunya lagi kita mencari pinjaman. Tadinya mau dibiayai semua oleh Telkom, tetapi diputuskan pembiayaan pakai pinjaman saja," jelasnya. Nah, untuk membangun data center baru di kawasan Alam Sutera, Serpong, TelkomSigma tengah menjajaki pinjaman dari bank senilai Rp 200 miliar.

Sejatinya, TelkomSigma sendiri telah menyiapkan Rp 230 miliar untuk alokasi belanja modal 2012 ini, tapi itu di luar anggaran membangun dua data center.

Dengan modal yang ada, TelkomSigma yang dikendalikan Judi akan menawarkan value proposition dengan moto 3C, yakni Custom Application, Cross the Country, dan Credible Cloud.

"Custom Application yaitu selalu memenuhi permintaan dari klien. Cross the country, kami punya value sendiri, begitu orang butuh datacenter, kami sudah siap. Credible cloud, produk kami didukung oleh cloud dan network yang kredibel. Karena induk kita adalah Telkom," paparnya.

Meskipun telah menjadi bagian dari Telkom Grup, tetapi pelanggan TelkomSigma 70% lebih justru datang dari luar grup. Misalnya saja, pengadaan link untuk ATM milik Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) atau penggunaan aplikasi berbasis cloud computing oleh Sierad dan Nestle.

"Kami juga memiliki M-Force, Telkomsel merupakan salah satu pengguna aplikasi ini. M-Force digunakan Telkomsel untuk sekitar 6.000 user yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu juga ada Nestle," pungkasnya.


(rou/ash)




Hide Ads
LIVE