Tentu itu merupakan angka PHK yang cukup besar atau sekitar 2% dari total karyawan yang dimiliki Cisco. Hal ini disebutkan sebagai dampak kondisi ekonomi yang tidak stabil.
"Kami secara rutin melakukan evaluasi terhadap bisnis kami sembari melihat lini bisnis mana saja yang butuh investasi dan menyimpan peluang untuk tumbuh," ujar Cisco dalam pernyataan resminya, seperti dilansir AFP, Selasa (24/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cisco mengklaim bahwa restrukturisasi yang bakal mereka lakukan tak menyeluruh, melainkan cuma terbatas yang akan berimbas pada sekitar 2% dari total jumlah karyawannya.
"Aksi ini (restrukturisasi-red.) akan dijalankan sesuai aturan hukum yang berlaku, termasuk disediakannya sarana konsultasi," imbuh perusahaan TI yang berbasis di San Jose, California tersebut.
Bisnis Cisco sejatinya belakangan tidak terlalu mengecewakan. Pada kuartal terakhir, mereka mencatat profit USD 2,2 miliar dan USD 11,6 miliar revenue.
Hanya saja, performa negatif muncul di lantai bursa. Di mana harga saham CIsco melempem 1,8% menjadi di angka USD 16,07 dalam sesi regular Wall Street pada Senin kemarin. Padahal pada April lalu, harga saham Cisco sempat menembus angka USD 20.
(ash/fyk)