Surat kabar The Canadian melansir, sebuah sumber yang dekat dengan isu ini menyebut bahwa aksi PHK tersebut direncanakan bakal mulai dijalankan pada awal Juni mendatang.
Adapun yang terkena dampaknya konon berasal dari divisi legal, marketing, sales, operation, dan human resources.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak RIM sendiri enggan berkomentar ketika dimintai keterangan tentang beredarnya isu tidak populis ini. Namun juru bicara tersebut ingin menegaskan bahwa CEO RIM Thorsten Heins dan CFO Brian Bidulkan telah bekerja dengan baik dan membuat perusahaan hemat USD 1 miliar di tahun fiskal kemarin.
Ditambahkannya, RIM saat ini telah memiliki sebanyak 16.500 karyawan secara global. Jumlah ini sejatinya juga sudah sedikit menurun, sebab ketika masa jayanya, vendor asal Kanada ini sempat memiliki hampir 20 ribu pegawai.
Meski sudah berganti nakhoda dari duet CEO Mike Lazaridis-Jim Balsillie ke Thorsten Heins, namun RIM tetap menjadi sorotan. Bisa ditebak, hal ini terkait dari performa bisnis BlackBerry yang terus tertekan oleh iPhone dan serbuan ponsel Android di berbagai negara.
Bahkan sejumlah petinggi perusahaan ini sudah beberapa kali dilaporkan telah meninggalkan perusahaan. Mulai dari kepergian bos BlackBerry Messenger hingga yang terbaru, hengkangnya kepala sales BlackBerry.
(ash/rou)