Akuisisi atas Instagram menguras kocek Facebook sebesar USD 1 miliar atau jika dirupiahkan setara dengan Rp 9,1 Triliun. Namun ternyata, nilai transaksi tersebut sudah ditawar oleh Mark Zuckerberg dari harga aslinya.
Konon, CEO Instagram Kevin Systrom hendak melepas aplikasi foto besutannya itu di angka yang lebih tinggi, yakni USD 2 miiar atau dua kali lipat lebih mahal. Angka yang mencengangkan memang.
Namun setelah negoisasi yang bisa dibilang 'diam-diam', Zuckerberg berhasil membujuk Systrom untuk menurunkan harga yang ia inginkan. Seperti diketahui, Zuck sukses mencaplok Instagram dengan harga yang lebih 'miring'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan, Zuckerberg melakukan langah akuisisi tanpa bantuan pengacara karena ditakutkan akan membuat Systrom menolak penawarannya, demikian dilansir SFGate, Rabu (18/4/2012).
Setelah ditelepon, Systrom pun menuju rumah Zuckerberg di Palo Alto berulang kali selama 3 hari. Di lain sisi, Zuck baru memberitahu jajaran dewan direksi Facebook tentang aksinya, pada hari Minggu, 8 April.
Meskipun Instagram sendiri hanya diperkuat tim kecil yang berisi 13 karyawan dan belum mampu memiliki pendapatan, namun Systrom tahu bahwa perusahannya berharga bagi Facebook.
Zuckerberg telah berupaya mencoba merangkul startup itu pada musim panas tahun lalu. Ia menyadari bahwa pertumbuhan Instagram yang makin melesat bisa menjadi ancaman, inilah yang menjadi alasan di balik pengakusisian terbesar yang pernah dilakukan Facebook dalam sejarah bisnisnya itu.
(sha/ash)