Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bukan Tembok China, Objek Ini yang Terlihat dari Luar Angkasa

Bukan Tembok China, Objek Ini yang Terlihat dari Luar Angkasa


Rachmatunnisa - detikInet

CHENGDE, CHINA - JUNE 01: Aerial view of Jinshanling section of the Great Wall shrouded in morning mist on June 1, 2023 in Luanping County, Chengde City, Hebei Province of China. (Photo by VCG/VCG via Getty Images)
Foto: VCG via Getty Images/VCG
Jakarta -

Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa Tembok Besar China dan Piramida Mesir bisa terlihat jelas dari luar angkasa dengan mata telanjang. Namun, analisis dari NASA justru membantah anggapan populer tersebut.

Mengutip laporan Click PetrolΓ©o e Gas, para ilmuwan menegaskan bahwa klaim tersebut hanyalah mitos yang telah lama beredar, bahkan sejak sebelum manusia berhasil pergi ke luar angkasa.

Faktanya, dari jarak luar angkasa, objek buatan manusia seperti Tembok China sangat sulit terlihat tanpa bantuan alat khusus. Struktur tersebut terlalu sempit dan warnanya menyatu dengan lingkungan sekitarnya. NASA sendiri menjelaskan kondisi tersebut secara tegas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tembok itu tidak terlihat dari Bulan, dan sulit atau hampir mustahil dilihat dari orbit tanpa lensa," menurut keterangan NASA.

Hal ini juga diperkuat oleh pengalaman para astronaut. Banyak dari mereka mengaku tidak bisa melihat Tembok China saat berada di orbit Bumi.

ADVERTISEMENT

Salah satu astronaut NASA bahkan menyatakan bahwa kontras warna menjadi faktor utama. "Saya tidak pernah melihat tembok itu dari luar angkasa," ujar Jeffrey Hoffman, astronaut NASA.

Lalu bagaimana dengan piramida di Mesir? Secara teori, struktur besar seperti piramida memang bisa terlihat, tetapi hanya sebagai titik kecil dan sangat bergantung pada kondisi pencahayaan serta cuaca.

Astronaut Leroy Chiao menjelaskan bahwa objek seperti piramida hanya bisa dikenali dalam kondisi tertentu. "Saya bisa melihat dua piramida besar sebagai titik kecil," ujarnya.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa keterbatasan ini berkaitan dengan kemampuan mata manusia. Dari ketinggian ratusan kilometer, objek harus memiliki ukuran sangat besar dan kontras tinggi agar bisa terlihat jelas.

Sebaliknya, kota-kota besar, jalan raya, hingga lampu kota di malam hari justru lebih mudah terlihat dari luar angkasa karena memiliki pola dan cahaya yang kontras.

Mitos tentang Tembok China sendiri sudah ada sejak abad ke-18 dan semakin populer pada abad ke-20, jauh sebelum era eksplorasi luar angkasa dimulai. Namun setelah manusia benar-benar pergi ke orbit dan Bulan, klaim tersebut akhirnya terbukti tidak akurat.

Hamparan rumah kaca raksasa di AlmerΓ­a, Spanyol, terlihat dari luar angkasaHamparan rumah kaca raksasa di AlmerΓ­a, Spanyol. Foto: CPG

Objek yang Terlihat

Menariknya, ada objek buatan manusia yang justru terlihat jelas dari luar angkasa. Bukan bangunan bersejarah, melainkan hamparan rumah kaca raksasa di AlmerΓ­a, Spanyol. Wilayah ini dikenal sebagai 'lautan plastik' karena dipenuhi ribuan hektare rumah kaca berlapis plastik putih yang memantulkan cahaya Matahari dengan sangat kuat.

Dari ketinggian ratusan kilometer, pantulan ini membuat kawasan tersebut tampak mencolok dibanding lingkungan sekitarnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa visibilitas dari luar angkasa bukan hanya soal ukuran, tetapi juga kontras warna dan reflektivitas.

Hamparan rumah kaca raksasa di AlmerΓ­a, Spanyol, terlihat dari luar angkasaHamparan rumah kaca raksasa di AlmerΓ­a terlihat dari luar angkasa. Foto: CPG

Permukaan putih terang seperti plastik jauh lebih mudah terlihat dibanding batu atau tanah yang warnanya cenderung menyatu dengan alam. Jadi, tidak semua struktur besar di Bumi bisa terlihat dari luar angkasa dengan mudah.




(rns/rns)




Hide Ads