Sebelumnya Singapura memang telah menjadi tujuan populer bagi banyak perusahaan multinasional yang diberikan kemudahan berbisnis. Semakin hari, kian banyak pemain besar di industri teknologi, start-up dan penanam modal membidik kawasan yang memiliki nafas entepreneur dan melek teknologi ini.
Salah satu yang terbaru adalah masuknya suntikan dana asing dari Golden Gate Venture (GGV) senilai USD 10 juta. Venture capital ini bertujuan membangun mitra di antara Silicon Valley dan Asia, mengingat posisi Singapura yang memang strategis sebagai gerbang masuk ke Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pemodal di balik GGV, Vinnie Lauria mengatakan bahwa dia melihat ada banyak kesempatan di Singapura. "Di sini ada banyak start-up teknologi baru yang menjanjikan dan kami ingin menjadi bagian mereka," ujarnya.
Selain Singapura, GGV juga membidik negara Asia Tenggara lain seperti Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia dan tentunya Indonesia. Mereka saat ini tengah mencari perusahaan internet dan start-up yang potensial untuk mereka berinvestasi.
Catatan World Bank, Singapura merupakan negara yang menduduki peringkat nomor satu di dunia untuk urusan kemudahan berbisnis, serta nomor empat untuk memulai bisnis.
Ya, kendati pasarnya hanya dihuni lima juta jiwa, investor biasanya terlebih dahulu akan menanamkan uang mereka di Singapura, baru kemudian membidik pasar lebih besar yang menjadi tetangga terdekatnya, yakni Indonesia yang berpenduduk lebih dari 230 juta jiwa.
(rns/ash)