Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Tokyo
Security Cloud Katrol Revenue Trend Micro
Laporan dari Tokyo

Security Cloud Katrol Revenue Trend Micro


- detikInet

Tokyo - Jika Trend Micro masih tetap bertahan membuat antivirus dan solusi keamanan jaringan tradisional, mungkin laba dari perusahaan yang lahir di Amerika Serikat dan bermarkas di Tokyo, Jepang, itu tak akan melonjak sedrastis saat ini.

"Kalau tak ada cloud, mungkin (revenue) kami cuma up and down," kata Eva Chen, CEO sekaligus Co-Founder Trend Micro Incorporated, selepas acara Direction 2011: The Future of Cloud, di Tokyo, Jepang, 27-28 Juli 2011.

Dalam sesi wawancara dengan sejumlah media dari Asia Pasifik, termasuk detikINET, kunci dari keberhasilannya memajukan bisnis sekuriti di Trend Micro adalah keberanian untuk memulai sesuatu: inovasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat perusahaan sekuriti lain masih memikirkan penanganan keamanan tradisional, kami sudah melakukan terobosan dengan inovasi cloud kami sejak 2005. Internet adalah cloud. Dan inovasi itu kami fokuskan sejak 2008 lalu dan membuahkan hasilnya sekarang," papar Eva.

Hasilnya, Trend Micro yang memiliki 4.350 karyawan di 23 negara berhasil membukukan revenue US$ 1 miliar per tahunnya sejak menjadi penguasa di bisnis virtualisasi dan cloud computing security menurut riset Gartner dan IDC.

Di pasar keamanan virtualisasi server sendiri, Trend Micro membukukan pertumbuhan signifikan dengan 116% year on year growth di paruh pertama 2011 ini.

Menurut Oscar Chang, EVP Trend Micro APAC, pengguna terbesar di segmen keamanan virtualisasi server ini adalah sektor pemerintahan. Trend Micro sendiri mulai membidik area lain seperti financial service industry dan kesehatan, serta yang paling utama industri telekomunikasi.

"Target kami dalam 12 bulan tahun ini ialah bisa melayani tiga perusahaan telekomunikasi di setiap negara yang menyediakan jaringan cloud," tandasnya.



(rou/ash)





Hide Ads