Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Contact Center Lintasarta Incar Industri Distribusi

Contact Center Lintasarta Incar Industri Distribusi


- detikInet

Jakarta - PT Aplikanusa Lintasarta siap menggenjot pemasukan dari perusahaan distribusi dengan menyediakan layanan contact center kepada semua supplier maupun end user-nya.

Produk andalan dari anak perusahaan PT Indosat ini coba menggunakan paradigma baru Unified Contact Center yang mengintegrasikan semua komponen penting teknologi komunikasi ke dalam satu sistem. Unified Contact Center ini sudah memiliki kemampuan CTI dan ACD.

Hal tersebut dilatarbelakangi bahwa industri distribusi di Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan iklim ekonomi yang berubah-ubah dan tantangan untuk menjaga koordinasi antara supplier, distributor dan end user. Untuk itu, kecepatan penanganan order, pengiriman barang dan layanan pelanggan menjadi kunci sukses persaingan di segmen distribusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambah pula dengan perkembangan teknologi ICT yang menjadi internet-enabled world, dibutuhkan solusi yang terintegrasi baik voice, data dan multimedia dalam satu sistem, karena pelanggan distributor tidak hanya mengontak melalui telepon, tetapi juga berkembang melalui email, IM, fax, atau SMS.

"Sampai saat ini, pelanggan Lintasarta di industri trading/distributor telah mencapai lebih dari 250 pelanggan, dan dengan adanya solusi ini kami menargetkan akan terus bertambah," kata Herry Waldi Wilmar, Senior Vice President Corporate Sales Lintasarta, dalam keterangannya, Jumat (24/6/2011).

Selain berperan sebagai akses komunikasi dan distribution channel, contact center juga mampu berperan sebagai Customer Relationship Management dengan pengembangan mini CRM yang dapat disediakan oleh Lintasarta, sehingga agen dapat mengakses informasi CRM yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan secara cepat.

"Solusi Lintasarta Contact Center memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi dengan perusahaan melalui channel yang mereka inginkan, baik melalui telepon, email, SMS, Fax, Internet," lanjut Herry.

Lintasarta sendiri mengklaim sebagai pelopor penyedia layanan hosted contact center. Dengan solusi ini, mereka mengaku siap mengubah model bisnis TI dan cara pembiayaan TI di perusahaan pengguna.

"TI yang tadinya sebagai investasi berubah menjadi TI sebagai utility. TI yang tadinya sebagai aset, dibiayai dari Capital Expenses, sekarang menjadi biaya operasional rutin saja yang dibiayai melalui opex, sehingga tidak memberatkan keuangan perusahaan," pungkasnya.

(ash/fyk)





Hide Ads