Tujuh pekan silam, si pembesut BlackBerry ini menurunkan angka prediksi keuntungan perusahaannya. RIM sendiri mengakui, meski pencapaiannya kali ini tumbuh dibandingkan kuartal sama tahun lalu, namun menurun 12% jika dibandingkan kuartal sebelumnya.
Analis menilai, seperti dikutip detikINET dari New York Times, Jumat (17/6/2011), pencapaian RIM kali ini justru memperlihatkan bagaimana perusahaan asal Kanada ini berjuang keras dalam persaingannya dengan iPhone dan smartphone Android.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan lain menyebutkan, ini adalah yang kedua kalinya di tahun ini, prospek keuntungan RIM diuji.
Namun demikian, Balsillie mengatakan bisnis RIM tetap menguntungkan dan solid secara keseluruhan dengan pertumbuhan pangsa pasar di sejumlah wilayah di seluruh dunia.
"Kami memiliki bisnis yang kuat. Kami telah membuat upgrade platform utama dan kami hampir melewati transisi ini," ujarnya.
Beberapa analis tidak pesimistis bahwa kehadiran produk baru akan cukup membantu. "Orang-orang tidak akan menunggu. Mereka akan beralih ke platform lain," kata Peter Misek, analis dari Jefferies & Company.
(rns/ash)