Di satu sisi, hal ini membuktikan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sebuah layanan mandiri seperti ATM sudah cukup baik. Hal ini juga yang disadari oleh para pengembang sistem layanan mandiri untuk mulai melirik industri yang lebih luas.
Hal itu diwujudkan lewat perangkat bernama Kiosk Interaktif. Yaitu, sebuah perangkat yang terdiri dari CPU (Central Processing Unit) yang dipadu dengan teknologi layar sentuh dan aplikasi interaktif. Tambahkan sistem jaringan yang baik, penggunaan kiosk interaktif ini cocok untuk berbagai bidang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia
Di Indonesia, penggunaan kiosk interaktif mulai ramai sejak akhir tahun 2009. Ketika itu mulai menjamur kiosk dengan berbagai layanan seperti penjualan pulsa, pembayaran tagihan.
Salah satu operator telekomunikasi telah menggunakan kiosk sebagai alternatif mesin pembayaran tagihan dan pembelian kartu perdananya. Di sektor perjalanan wisata, kiosk self check-in telah digunakan oleh salah satu maskapai penerbangan terbesar di Indonesia.
Kiosk interaktif telah banyak digunakan juga untuk sistem antrean, sebagai mesin pencetak nomor antrean. Selain menjadi media digital penunjuk dan informasi di berbagai mall di Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Perkembangan ini memberikan sebuah nuansa dan peluang bisnis yang besar bagi para produsen kiosk dan pengembang aplikasi interaktif. Tantangan yang ada saat ini adalah bagaimana proses interaksi antara manusia dengan mesin itu semakin memudahkan manusia itu sendiri.
| Tentang Penulis: Bona Simanjuntak adalah pengembang dan produsen kiosk interaktif dari CraigKiosk. |