Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
2 Andalan Hitachi di Ranah Komputasi Awan

2 Andalan Hitachi di Ranah Komputasi Awan


- detikInet

Jakarta - Penyedia teknologi storage Hitachi Data Systems (HDS) terus menggenjot adopsi dan operasional komputasi awan dengan mengeluarkan dua solusi yang saling terintegrasi, yakni Hitachi Content Platform (HCP) v4 dan Hitachi Data Ingestor.

"Fokus HDS adalah menyediakan portofolio teknologi awan yang terintegrasi dan layanan untuk menyederhanakan serta mempercepat lingkungan Awan dan TI terdistribusi sehingga siap mengakomodasi perubahan bisnis, tuntutan ekonomi dan regulasi," kata Miki Sandorfi, Chief Strategist, File, Content & Cloud, HDS.

Miki mengklaim, Hitachi Data Ingestor dan Hitachi Content Platform langsung menangani masalah TI yang paling mendesak, membantu pengguna dan data pindah menuju awan sesuai kemampuannya masing-masing, dengan menyediakan infrastruktur Awan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui kedua solusi ini, perusahaan kelas enterprise dan penyedia layanan awan bisa menciptakan jasa-jasa berbasis awan dengan mudah, cepat dan berbiaya efektif," umbarnya, dikutip detikINET dalam keterangan tertulis, Senin (22/11/2010).

Salah satu tantangan TI yang paling besar dan mendesak saat ini adalah pertumbuhan konten tak terstruktur. Padahal di saat yang sama, perusahaan perlu mengurangi biaya, kompleksitas dan risiko terkait pengelolaan jenis konten tersebut.

Manajemen dan penanganan konten tak terstruktur ini sulit dilakukan pada lingkungan TI yang terdistribusi, seperti layanan awan pengguna pribadi atau organisasi dengan banyak kantor cabang yang letaknya berjauhan.

Apalagi lingkungan TI yang terdistribusi sering dipenuhi oleh banyak lumbung storage yang saling terpisah dengan aplikasi dan beban kerja masing-masing. Sumber daya TI yang kurang untuk mengamankan dan mengelola TI dan informasi di dalamnya juga menjadi sumber masalah.

Dengan semakin meluasnya lingkungan TI seperti ini, perusahaan lambat laun menjadi lambat dalam mengantisipasi perubahan. Akhirnya, kinerja bisnis pun merosot terkena dampaknya.

(ash/fyk)







Hide Ads