Demikian disampaikan Direktur Utama Rinaldi Firmansyah, saat ditemui di Kantornya, Jalan Jend Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (30/4/2010).
"Telkomsel mungkin ada pinjaman perbankan. Jumlahnya Rp 2-3 triliun. Ada kebutuhan untuk refinancing dan capex," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa, kita sudah dapat komitmen, bak domestik. 90% dari bank BUMN. Standby loan ini dibutuhkan kalau ada proyek yang sudah ada dan butuh pendanaan," katanya.
"Baru komitmen lisan. Resminya baru ditandatangani Mei. Ini kan carry over, bisa di 2010, 2011. Jadi fleksibel," tambahnya.
TLKM juga tengah menanti dikeluarkannya pernyataan efektif Bapepam-LK atas rencana penerbitan obligasi hingga Rp 3 triliun pada 24 Juni 2010.
"Issue Bond, seperti yang sudah didengar sebesar Rp 3 triliun. Bursa juga sudah menyetujui. (Dokumen) sudah di Bapepam-LK, sedang evaluasi. Mudah-mudahan 24 Juni sudah efektif," jelasnya.
Ia menambahkan, selaku arranger perseroan telah menunjuk tiga pihak, diantaranya PT Bahana Securities (lead), PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Seluruh dana akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti belanja modal capex sebanyak US$ 2 miliar dan refinancing utang jatuh tempo.
"Rating obligasi ini juga sudah keluar, AAA. Rencananya akan terbagi menjadi 5 dan 10 tahun," katanya.
Sedangkan untuk anak usaha lain, PT Multimedia Nusantara (Metra) dipastikan mengalami pertumbuhan pendapatan sebanyak 34% pada triwulan I-2010, menjadi Rp 200 miliar dan untuk PT Sigma Cipta Caraka Rp 100 miliar.
(wep/eno)