Jika ditilik dari latar belakang karirnya, Sutanto justru lebih dekat dengan industri media dan bisnis musik. Ia bergabung dengan Microsoft Indonesia setelah memimpin jaringan penyiaran dan pertelevisian Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), di mana ia menjadi CEO sejak 2008 dan Managing Director tahun 2003.
Selain itu, sebelum berkarir di RCTI, Sutanto mendirikan Sony Music Entertainment di Indonesia dan menjadi Senior Vice President di Asia Tenggara. Hal ini merupakan perubahan dari bidang yang digeluti sebelumnya sebagai Senior Associate, sebuah grup pelayanan finansial untuk Booz Allen Hamilton, Asia Tenggara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun demikian, Microsoft pasti punya pertimbangan tersendiri dalam memutuskan memilih Sutanto untuk menjadi nakhoda produsen software raksasa itu di Indonesia. Bahkan pernah dikatakan, Microsoft regional sampai perlu membentuk tim khusus demi meramu dan menyeleksi para calon untuk mengisi posisi penting tersebut.Β Β Β Β
Menanggapi hal di atas, pihak Microsoft Indonesia yang diwakili PR Manager Mona Monika menanggapinya dengan santai. Ia pun coba mengambil hikmah dari penunjukan bos barunya tersebut.
"Melihat kapasitas dari Sutanto Hartono yang berangkat dari dunia konsultasi finansial, untuk kemudian membangun Sony Music di Indonesia dan prestasi besarnya dalam mengembangkan bisnis media melalu grup MNC, kami positif dapat memberikan sudut pandang dan strategi baru dalam pengembangan bisnis serta pertumbuhan kemitraan Microsoft di Indonesia," tuturnya kepada detikINET, Kamis (17/12/2009).
Bahkan, Microsoft sudah berancang-ancang mengusung strategi baru setelah memiliki bos baru. Yakni ingin menawarkan perspektif baru dengan memanfaatkan pengalaman Sutanto di bidang media dan bisnis musik.
Sutanto sendiri merupakan penyandang gelar Bachelor of Science, Chemical Engineering dari University of Notre Dame, Indiana dan MBA dalam Marketing dan Finance dari University of California, Berkeley. Ia akan memulai karirnya secara resmi di Microsoft pada akhir Januari 2010.
Palu sudah diketuk, jadi kini kita tunggu saja sepak terjang Sutanto dalam menaklukkan geliat industri TI Indonesia! (ash/faw)