Demikian penjelasan Michael Yu selaku Regional Director Network Solution Group HP Asia Pacifik dan Jepang dalam acara bertajuk 'Up The Challange, Down With Cost' bertempat di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (8/12/2009).
"Di Jepang dan Asia Pasifik, biaya operasional perusahaan untuk melakukan perawatan dan pengembangan infrastruktur adalah sekitar 70 persen, sementara 30 persennya adalah untuk inovasi bisnis mereka," ujarnya kepada detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Michael menjelaskan, layanan HP tersebut membuat pengelolaan jaringan IT perusahaan yang kompleks menjadi sederhana, karena HP akan menghandle semuanya. Layanan ini meliputi storage, power cooling, manajemen software, server serta jaringan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, HP memiliki layanan bernama HP Unified Communication & Collaboration. Layanan bagi pasar enterprise ini diklaim dapat membuat transformasi bisnis perusahaan menjadi lebih baik dan cepat. Pasalnya, biaya efisiensi infrastruktur IT pun menjadi berkurang, sehingga biaya inovasi jaringan IT bisa lebih ditingkatkan.
Adapun produk dari layanan ini meliputi layanan sistem terintegerasi dari masalah konsultasi, desain, manajemen program, pengembangan, integrasi, outsourcing, serta pelatihan. Selain itu raksasa TI ini juga menggandeng perusahaan lain yang berkompeten seperti Microsoft untuk urusan software, atau Juniper untuk urusan router.
(fw/ash)