Negeri di Awan yang dimaksud di sini adalah Cloud Computing. Cloud alias Awan mengacu pada internet, sedangkan Computing jelas mengacu pada proses-proses yang membutuhkan bantuan komputer untuk menjalankannya. Contoh sederhananya, mengetik dokumen yang kemudian disimpan di internet (nun jauh di sana pada sebuah data center).
CK Lam, Enterprise Solutions Manager, Asia Pacific, Juniper Networks Inc.,Β mengutip James Staten dari Forrester Research saat mendefinisikan Cloud Computing sebagai: "sekumpulan infrastruktur abstrak yang sangat bisa disesuaikan skalanya, yang mampu melayani aplikasi pengguna akhir dan ditagihkan sesuai penggunaannya."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghematan biaya adalah daya tarik utama Cloud Computing. CK Lam mengilustrasikan dana TI sebuah perusahaan bisa membengkak hinga USD 3.785 dengan solusi 'tradisional', sedangkan lewat Cloud Computing -- melalui layanan Google Apps Premier Edition -- TI yang sama hanya butuh dana USD 87 per tahun dan itu sudah termasuk pelatihan, admin dan migrasi.
Berbicara kepada beberapa media, di Four Seasons Hotel, Jakarta, Kamis (21/10/2009), CK Lam mengatakan Cloud Computing memang tidak untuk semua orang. Ia mengatakan, perusahaan yang paling cocok menerapkan Cloud Computing secara penuh adalah dari jenis usaha kecil atau perintis (startup).
Selanjutnya, perusahaan menengah mungkin bisa menggunakan Cloud Computing pada beberapa hal tertentu. Sedangkan perusahaan kelas besar, apalagi yang terbuka, kemungkinan akan memiliki model hybrid di mana banyak data penting harus tetap berada di lokasi --dengan alasan memenuhi regulasi.
"Di beberapa tempat, termasuk di Amerika Serikat, pemerintahan juga mulai mengadopsi Cloud Computing. Salah satu pertimbangannya adalah biaya, karena mereka menggunakan dana dari pembayar pajak jadi mereka harus menggunakannya secara bijak," tutur Lam.
Jadi, sudah siapkah Indonesia untuk 'Negeri di Awan'? CK Lam mengatakan, hal yang paling penting sebelum berbicara soal Cloud Computing adalah tersedianya infrastruktur internet broadband.
"Oleh karena itu, penyedia layanan internet harus meningkatkan kemampuan mereka, harus bisa menyediakan kapasitas bandwidth lebih besar," ujar Lam.
Lam menegaskan, soal Cloud Computing baik penyedia layanan maupun penggunanya harus ingat bahwa kemampuan dan keamanan jaringan merupakan hal fundamental. Tak bisa dipungkiri dalam hal-hal inilah Juniper Networks menawarkan produk-produknya.
(wsh/wsh)