Hal itu dilaporkan oleh TechCrunch, yang dikutip detikINET, Selasa (28/7/2009). TechCrunch mengaku mendapatkan bocoran dokumen yang menunjukkan lembaga investasi Morgan Stanley sedang mencari pembeli untuk Friendster.
Situs yang pernah menjadi nomor satu di Indonesia itu memang memiliki pasar cukup besar di kawasan Asia. Meskipun saat ini di Indonesia Friendster sudah tersaingi oleh Facebook.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan penekanan pada Asia, tak heran jika Friendster kemudian akan mencari pembeli yang berasal dari Asia. Atau, setidaknya, perusahaan yang memiliki minat besar pada pasar di Asia.
Tidak dijelaskan berapa harga saham Friendster yang ditawarkan. Saat ini perusahaan itu disokong oleh lebih dari USD 45 juta dana ventura dari berbagai perusahaan dan perseorangan.
(wsh/wsh)