Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Industri Kian Hati-hati dalam Investasi TI

Industri Kian Hati-hati dalam Investasi TI


- detikInet

Jakarta - Gejolak perekonomian yang belum stabil berdampak pada kebijakan para perusahaan dalam menggelontorkan kas mereka untuk berinvestasi. Termasuk dalam kebutuhan TI, perusahaan sekarang terkesan lebih hati-hati.

Demikian disampaikan Fetra Syahbana, Country Manager Systems & Technology Group IBM Indonesia di sela ajang IBM Technology Conference Expo 2009, di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (19/3/2009).

"Para perusahaan tersebut sebagian besar melakukan penghematan di bagian Opex (Operational Expenditure) mereka, namun tanpa harus mengorbankan service yang sudah ada," ujarnya kepada detikINET.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, lanjut Fetra, ketika ingin suatu produk atau teknologi baru, para perusahaan ini memutuskan dengan lebih hati-hati alias banyak pertimbangan. "Misalkan, seberapa besar produk ini akan berdampak pada perusahaannya, berapa besar investasinya, dan lain-lain," imbuhnya.

Hal itu tentunya sesuatu yang lumrah. Sebab, dengan kondisi perekonomian yang tengah luntang lantung dan jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar tentunya menjaga dana segar perusahaan menjadi sesuatu yang sangat penting. "Untuk mengajukan kredit ke Bank saja sekarang saja tak mudah lagi," tukas Ferta.

Akibatnya, para vendor penjaja produk TI harus ekstra putar otak untuk dapat merayu calon pelanggannya. Tak lagi hanya menjual jargon-jargon selangit, namun juga harus memikirkan strategi tambahan dan hasil nyata.

IBM misalnya, pada 2009 ini hadir dengan produk Dynamic Infrastructure. Sebagai sebuah solusi yang hadir di masa kritis ekonomi, produk ini boleh saja berbangga diri karena diklaim dapat melakukan penghematan biaya, memperkecil risiko serta dapat mengelola informasi dan infrastruktur TI perusahaan.

Namun pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah itu cukup? Pasalnya, tak hanya IBM yang mempunyai jargon muluk serupa. Vendor TI lain rasanya juga selalu melekatkan ketiga embel-embel di atas ketika memperkenalkan suatu produk baru.

Artinya, butuh suatu strategi lain ketimbang dari janji-janji standar tersebut. Dikatakan Fetra, IBM sendiri selain memiliki teknologi ciamik dalam setiap produknya juga turut rajin terjun ke lapangan.

"Seperti melakukan edukasi ke pasar, dan menjelaskan bagaimana kita mendesain dan mengimplementasikan teknologi IBM," jelasnya.

"Kita optimistis di tahun ini, meskipun sedang krisis ekonomi tapi saya percaya bakal ada keseimbangan untuk peluang yang terjadi. Nah, itu adalah tugas kita untuk mencari tahu," pungkasnya. (ash/ash)






Hide Ads