Demikian dikatakan Executive Advisor & Director Nokia Indonesia Hasan Aula di sela ramah tamah Nokia di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Selasa (10/3/2009).
"Sampai saat ini (rencana pembangunan pabrik tersebut) sedang dipelajari. Namun belum ada rencana lebih lanjut," ujarnya kepada beberapa wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini memang bukan kapasitas saya, tapi wewenang Nokia global," kilahnya.
Sebelumnya, Deputi Menteri Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady mengatakan bahwa produsen ponsel terbesar di dunia itu serta produsen ponsel asal China dan Korea sedang menjajaki kemungkinan membangun pabrik perakitannya di Indonesia.
"Saya dilapori bahwa sudah masuk 2 produsen dari China dan satu lagi itu Nokia," katanya disela-sela acara rapat kerja Departemen Perindustrian beberapa waktu lalu.
Hal itu bahkan juga diamini Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Dharmadi. Ditemui di tempat yang sama, ia membenarkan bahwa sudah ada beberapa produsen ternama yang menyatakan niatnya untuk investasi membangun pabrik ponsel. Namun saat ini masih tahap penjajakan.
"Semua baru sounding saja, sounding itu baru lihat-lihat belum ada nilai investasi," jelasnya.
(ash/faw)