Sun Microsystems Indonesia memperkenalkan solusi sistem dan storage mereka di hadapan para wartawan di Shangrila Hotel, Jakarta, Selasa (24/02/2009). Dalam demonstrasi yang dilakukan, Sun menggunakan sebuah Sun SPARC Enterprise M8000 yang dapat 'disulap' menjadi 8 domain.
Hal itu tercapai dengan teknologi virtualisasi, yaitu memanfaatkan satu CPU untuk digunakan oleh beberapa aplikasi sekaligus. Jika mengingat satu domain biasa dijalankan pada satu server, artinya penggunaan virtualisasi dapat menghemat tempat dan tentunya listrik yang digunakan.
Β
Sun SPARC Enterprise M8000 memang merupakan jajaran server high-end yang dimiliki oleh Sun Microsystems. Kelas M dari jajaran server Sun memiliki fitur Reliability, Availability dan Serviceability (RAS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mengumbar dua jajaran server tersebut, Sun masih malu-malu untuk memberitahukan berapa harga yang dibandrol.
Β
Selain virtualisasi, Sun Microsystems juga menawarkan sistem Open Storage. Produk bernama Sun Storage 7000 ini merupakan produk dengan basis Open Storage pertama di dunia.
Storage 7000 merupakan media penyimpanan berkapasitas raksasa yang dapat digunakan oleh beberapa server secara bersamaan. Diklaim penggunanya dapat memindahkan server tanpa takut aplikasi yang sedang berjalan terganggu.
Β
Di tengah krisis ini Sun Microsystems optimis produknya yang bersifat open source dapat memikat para pelaku bisnis yang membutuhkan banyak server. Beberapa target mereka adalah internet banking, manufacturing maupun perusahaan lain yang membutuhkan banyak aplikasi.
Β
"Solusi virtualisasi End to End dari Sun Microsystems dapat membantu perusahaan mengurangi Total Cost of Ownership (TCO) sekaligus mendapatkan Return on Investment (ROI) yang maksimal." ujar Paul Kristandi, General Manager Sun Practice and Evangelist PT Sun Microsystems Indonesia. (wsh/wsh)