NetApp melaporkan, total pendapatan GAAP kuartal ketiga tahun tahun 2009 adalah sebesar US$ 746 juta. Sementara total pendapatan non-GAAP kuartal ketiga adalah US$ 874 juta, tidak termasuk dampak dari GSA akrual sebesar US$ 128 juta.
Sementara itu kerugian bersih GAAP untuk kuartal ketiga tahun fiskal 2009 sebesar US$ 75 juta atau US$0,23 per saham dibandingkan dengan pemasukan bersih GAAP yaitu US$102 juta, atau US$0,29 per saham untuk periode yang sama tahun lalu. Pemasukan bersih non-GAAP untuk kuartal ketiga tahun 2009 adalah US$93 juta, atau US$0,28 per saham, dibandingkan dengan pemasukan bersih non-GAAP di periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar US$132 juta atau $0,37 per saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total pemasukan bersih GAAP untuk sembilan bulan pertama pada tahun fiskal ini adalah US$11 juta, atau US$0,03 per saham, dibandingkan dengan pemasukan bersih GAAP pada sembilan bulan pertama tahun fiskal sebelumnya yaitu US$220 juta, atau 0,60 per saham.
Total pemasukan bersih non-GAAP untuk sembilan bulan pertama pada tahun fiskal ini adalah US$262 juta, atau US$0,78 per saham, dibandingkan dengan pemasukan bersih non-GAAP pada sembilan bulan pertama di tahun sebelumnya yaitu sebesar US$324 juta, atau US$0,89 per saham.
"Tingkat bisnis di bulan Januari melemah karena anggaran para pelanggan dikurangi, mengakibatkan turunnya pendapatan dari yang kami harapkan. Pada saat yang bersamaan, nilai efisiensi storage kami menjadi pilihan pada masa krisis ekonomi, dan kami mendapat pelanggan-pelanggan baru selama kuartal ini," ujar Dan Warmenhoven, chairman dan CEO NetApp.
Lebih lanjut, seperti dikutip detikINET dari siaran persnya, Warmenhoven menambahkan bahwa secara operasional, tim NetApp juga melakukan pekerjaan yang sangat baik, menurunkan pengeluaran operasional non-GAAP sampai US$ 30 juta dalam satu kuartal.
"Akan tetapi, kami perlu membuat pengurangan lagi guna mengoptimalkan alokasi sumber daya untuk inisiatif pertumbuhan strategis kami. Untuk itu, kami telah melakukan restrukturisasi yang sayangnya termasuk mengurangi kira-kira 6% tenaga kerja global kami. Walaupun ini merupakan keputusan yang sangat sulit, kami percaya tindakan kami akan dapat memposisikan perusahaan untuk memperbesar pangsa pasar di masa depan," tandas Warmenhoven.
(faw/fyk)